Sebuah meteorit yang menghantam atap rumah di New Jersey, Amerika Serikat, membawa petunjuk baru mengenai bahan-bahan pembentuk kehidupan di tata surya.

Analisis ilmuwan menemukan ratusan asam amino di dalam batuan antariksa tersebut. Sebagian besar di antaranya tidak ditemukan secara alami di Bumi.

>>> Atletico Madrid Sumbang 9 Pemain di Final Piala Dunia 2026, Kalahkan Barcelona

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Science Advances pada Rabu (15/7). Menurut para peneliti, meteorit tersebut juga mengandung jejak larutan garam (brine) purba.

Larutan garam itu dapat membantu menjelaskan bagaimana air dan senyawa organik bereaksi pada awal pembentukan tata surya.

Meteorit seberat lebih dari 1 kilogram itu jatuh menembus atap sebuah rumah di Hillsborough, New Jersey.

Peristiwa itu terjadi setelah batuan melintas di langit wilayah New York dan sekitarnya pada 16 Juli 2024.

Saat melintas di atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 14,4 kilometer per detik, batuan antariksa itu pecah pada ketinggian sekitar 35 kilometer.

Radar cuaca Doppler di Bandara Internasional Newark Liberty mendeteksi serpihan yang jatuh dari Staten Island hingga New Jersey.

Dari seluruh pecahan tersebut, hanya satu fragmen yang berhasil ditemukan, yakni yang menembus plafon kamar utama rumah tersebut.

Tidak ada korban luka dalam insiden itu.

Pemilik rumah segera mengenakan sarung tangan sekali pakai, lalu mengumpulkan serpihan dan debu meteorit menggunakan aluminium foil serta wadah kaca.

Mereka juga menutup kembali atap rumah sebelum hujan turun pada hari yang sama.

Menurut penulis utama studi Peter Jenniskens dari SETI Institute dan NASA Ames Research Center, langkah cepat tersebut sangat penting.

Meteorit itu berpori dan mudah menyerap air dari udara.