Netflix Inc. akan menghadapi momen krusial saat merilis laporan laba kuartal kedua pada 16 Juli 2026.

Perusahaan streaming ini tengah berada di bawah tekanan teknis saham dan diskusi internal terkait menurunnya keterlibatan pengguna.

>>> Saham Oracle Bergejolak di Tengah Ekspansi Infrastruktur AI

Meskipun tingkat churn pelanggan tetap rendah, Netflix dilaporkan mengalami penurunan engagement.

Menurut laporan The Wall Street Journal dan Nielsen, perusahaan sedang menjajaki perubahan strategis untuk mengatasi kurangnya tayangan hits baru.

Sebagai respons, eksekutif Netflix telah membahas kemungkinan menghadirkan saluran siaran langsung dan layanan bundling.

Selain itu, perusahaan dikabarkan tengah bernegosiasi untuk mengakuisisi platform ulasan film Letterboxd, bersaing dengan Sony Pictures dan Paramount Skydance.

Pandangan Analis dan Pergerakan Pasar

Pandangan analis keuangan terhadap prospek jangka pendek Netflix beragam. Namun, pedagang opsi menunjukkan sentimen bullish menjelang rilis kuartalan.

Analis Citi Jason Bazinet baru-baru ini menurunkan target harga saham Netflix dari $115 menjadi $100, tetapi tetap mempertahankan peringkat Beli.

>>> GKIDS Rilis Trailer Subtitle Inggris untuk Anime 'cocoon – One Summer of Girlhood'

Ia menilai potensi tier langganan baru dapat membantu perusahaan menyegmentasi audiens secara lebih efektif.

Todd Gordon, pendiri dan CIO Inside Edge Capital, menyebut Netflix kini menguji moving average 200 minggu dan level support $70.

"Jika support teknis $70 bertahan, mungkin saatnya mempertimbangkan untuk kembali ke NFLX," ujarnya.

Data pasar dari Cboe LiveVol menunjukkan opsi memperkirakan pergerakan 7,6 persen setelah laporan laba. Saham Netflix tercatat turun dalam empat laporan terakhir berturut-turut.

Rich Greenfield dari LightShed Partners mencatat Netflix belum memiliki tayangan breakout tahun ini. "Statistik Nielsen menunjukkan pertumbuhan engagement di AS, tetapi viewership per sub menurun.

>>> ESPN Masukkan Lima Pemain Patriots dalam Daftar Nilai Tukar 2026

Pengguna baru yang didukung iklan kemungkinan menonton lebih sedikit," jelasnya.