Sutradara Ava DuVernay mengumumkan pada Kamis, 16 Juli 2026, bahwa ia telah menyutradarai film dokumenter baru untuk Netflix yang berfokus pada Amandemen ke-14, seperti dilaporkan The Guardian.

Film berjudul "14th" ini mengeksplorasi amandemen konstitusi yang memberikan kewarganegaraan dan hak-hak sipil kepada mantan budak setelah Perang Saudara Amerika, yang masih menjadi titik sentral perselisihan politik di AS.

>>> 5 HP 3 Jutaan dengan Kamera Terbaik untuk Content Creator 2026

Dijadwalkan rilis tahun ini, proyek ini menandai kembalinya DuVernay ke pembuatan film nonfiksi dan merupakan tindak lanjut langsung dari dokumenternya tahun 2016, "13th," yang mengupas warisan amandemen penghapus perbudakan.

Pengumuman ini muncul saat perlindungan hak kewarganegaraan berdasarkan kelahiran dalam Amandemen ke-14 menghadapi tantangan politik dari Donald Trump.

Pada hari pertama masa jabatan presiden keduanya, Trump menandatangani perintah eksekutif untuk membatasi hak kewarganegaraan berdasarkan kelahiran, sebuah arahan yang kemudian dibatalkan Mahkamah Agung AS pada Juni dengan suara 6-3.

Amandemen ke-14, yang diratifikasi pada tahun 1868 selama era Rekonstruksi, menyatakan: "Semua orang yang lahir atau dinaturalisasi di Amerika Serikat, dan tunduk pada yurisdiksinya, adalah warga negara Amerika Serikat dan negara tempat mereka tinggal."

Mandat konstitusional ini secara efektif membatalkan putusan Mahkamah Agung tahun 1857 dalam kasus Dred Scott v. Sandford, yang menyatakan bahwa keturunan budak tidak dapat memegang kewarganegaraan Amerika.

Dokumenter baru ini akan menampilkan berbagai politisi, sejarawan, dan komentator budaya yang membahas bagaimana amandemen tersebut berkembang menjadi perdebatan nasional yang berkelanjutan.

"Jika '13th' bertanya siapa yang dikurung, maka '14th' bertanya siapa yang dihitung," kata DuVernay dalam sebuah pernyataan.