PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat masih ada empat perusahaan yang tengah menjalani proses menuju pencatatan saham perdana (IPO) hingga 17 Juli 2026.

Jumlah tersebut melengkapi tujuh perusahaan yang sudah resmi melantai di BEI sejak awal tahun. Dari seluruh aksi IPO, dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp2,16 triliun.

>>> Nam Joo Hyuk Buka Suara soal Ending Drakor Twenty Five Twenty One yang Bikin Trauma

Komposisi dan Sektor Calon Emiten

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, mengungkapkan bahwa antrean IPO terdiri dari dua perusahaan berskala besar dengan total aset di atas Rp250 miliar, serta dua perusahaan berskala kecil dengan aset di bawah Rp50 miliar.

Dari segi sektor, industri kesehatan (healthcare) mendominasi pipeline IPO dengan dua perusahaan atau 50 persen dari total calon emiten.

Dua perusahaan lainnya masing-masing berasal dari sektor basic materials dan consumer non-cyclicals.

Aktivitas Obligasi dan Right Issue

Aktivitas penghimpunan dana melalui penerbitan obligasi dan sukuk di BEI juga menunjukkan tren positif.

Hingga 17 Juli 2026, tercatat 114 emisi dari 62 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan total nilai Rp103,86 triliun.

>>> Grotesqqque Tayang di Bioskop Jepang 6 November 2026, Sutradara Evangelion Kembali dengan Antologi Orisinal

Saat ini terdapat 11 emisi dari 9 calon penerbit EBUS yang masih dalam proses pencatatan. Sektor energi menjadi kontributor terbesar dengan porsi 45,5 persen atau lima perusahaan.

Sektor keuangan dan infrastruktur masing-masing menyumbang 18,2 persen, sementara basic materials serta consumer non-cyclicals masing-masing 9,1 persen.

Di sisi lain, aksi korporasi melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue juga berjalan stabil.

Sejak awal tahun hingga 17 Juli 2026, sebanyak 15 perusahaan telah merampungkan right issue dengan total dana Rp10,69 triliun.

>>> Nintendo Rilis Daftar Game Terlaris eShop Jepang Paruh Pertama 2026

Saat ini hanya tersisa satu perusahaan yang masih dalam antrean right issue, berasal dari sektor properti dan real estate.