OnePlus resmi menarik diri dari pasar Amerika Serikat dan Eropa, bergabung dengan deretan merek seperti LG, HTC, dan Huawei yang sebelumnya juga meninggalkan atau mengurangi operasi di kawasan tersebut.

Keputusan ini membuat pasar ponsel pintar AS semakin tidak kompetitif. Hanya tersisa empat pemain utama: Apple, Samsung, Google, dan Motorola.

>>> TANSTAAFL: Tidak Ada Makan Siang Gratis, Tapi Ada Uang Gratis

Bagi pengguna Android, kepergian OnePlus adalah kabar buruk. Persaingan yang lebih sedikit berarti inovasi lebih lambat, pilihan lebih sempit, dan harga cenderung lebih tinggi.

OnePlus: Pelopor Inovasi yang Kini Hilang

Meskipun pangsa pasarnya kecil, OnePlus dikenal sebagai perusahaan yang berani mengambil langkah berani.

Mereka menghadirkan teknologi pengisian daya 65W, 80W, hingga 100W, serta pengisian nirkabel 50W, jauh sebelum Samsung dan Apple.

Google Pixel 10 Pro dan iPhone 17 Pro saat ini masih mengisi daya dengan kecepatan sekitar setengah dari OnePlus 15.

OnePlus juga menjadi salah satu yang pertama menggunakan baterai dual-cell dan baterai silikon-karbon, memungkinkan kapasitas 7.300 mAh pada OnePlus 15 tanpa menambah ketebalan atau bobot.

Selain itu, OnePlus mempopulerkan layar dengan refresh rate tinggi, RAM besar, dan penyimpanan luas pada ponsel flagship di AS, dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan Samsung dan Apple.

OnePlus Open, ponsel lipat pertama mereka, dinilai lebih unggul dari Galaxy Z Fold berkat desain lebih tipis, pengisian lebih cepat, layar cover lebih lebar, dan lipatan layar yang kurang terlihat.

>>> Watanabe dan Yamaguchi Lolos ke Final Jepang Terbuka 2026

Pengalaman OxygenOS yang bersih dan cepat juga menjadi favorit pengguna yang menginginkan perangkat tanpa bloatware.