Setelah OnePlus mengumumkan hengkang dari pasar AS dan Eropa, jurnalis teknologi Andy Boxall mengeluarkan OnePlus 7T Pro McLaren Edition dari kotak penyimpanannya.

Sayangnya, ponsel favoritnya itu sudah tidak berfungsi. Baterai 4.010 mAh menggelembung hingga memisahkan punggung ponsel dari rangka.

>>> KABAR BAHAGIA! Yislam Jaidi dan Miskah Shafa Kakak Fadi Jaidi Umumkan Kehamilan Anak Kedua Usai Aisha Berusia 1 Tahun

Boxall menyadari kondisi ponsel itu menjadi metafora sempurna bagi akhir riwayat OnePlus.

Kejayaan OnePlus 7T Pro McLaren Edition

OnePlus 7T Pro McLaren Edition dirilis akhir 2019 sebagai kolaborasi kedua dengan tim Formula One McLaren.

Ponsel ini memiliki warna Papaya Orange khas McLaren di bagian bawah panel belakang dan sekitar kamera, serta detail serat karbon palsu.

Di dalam kotak terdapat charger khusus McLaren, kabel USB jalinan oranye, case khusus, dan surat dari salah satu pendiri OnePlus, Pete Lau.

Dengan harga sekitar $900, ponsel ini menawarkan layar melengkung 6,67 inci 90Hz 1440p dan prosesor Snapdragon flagship.

Sebagai perbandingan, Samsung Galaxy S10 saat itu dibanderol mulai $900 tanpa kamera selfie pop-up.

Apa yang Salah dengan OnePlus?

OnePlus dikenal dengan siklus refresh enam bulanan yang agresif, meluncurkan banyak model dalam waktu singkat.

>>> Kejutan Manis! Baru Setahun Jadi Ibu, Miskah Shafa Kakak Ipar Fadil Jaidi Umumkan Hamil Anak Kedua, Netizen: 'Yakin Bukan Prank?'

Antara pertengahan 2018 dan akhir 2019, OnePlus merilis OnePlus 6, 6T, 7, 7T, 7T Pro, dan dua edisi McLaren.

Strategi ini membuat lini produk membingungkan, seperti baterai 7T Pro yang menggelembung.

Setelah bergabung dengan Oppo pada 2022, karakter khas OnePlus semakin terkikis. OxygenOS berubah menjadi ColorOS dengan nama berbeda.

Alert Slider yang ikonik sempat dihapus, dikembalikan, lalu dihapus lagi pada OnePlus 15.

OnePlus menghasilkan ponsel bagus seperti OnePlus 13 dan buruk seperti OnePlus 10T, namun akhirnya menjadi bayangan dirinya sendiri.

Pada Juli 2026, OnePlus resmi tidak beroperasi lagi di AS dan Eropa.

>>> Apa Penyebab Mall di Surabaya Dipasang Pagar? Benarkah Demi Menghindari Penjarahan?

Boxall merasa sedih karena ponsel favoritnya tidak akan pernah menyala lagi, dan tidak akan ada lagi ponsel OnePlus baru yang bisa dinikmati.