Sebuah teknologi laser baru dikembangkan untuk mendeteksi minuman keras palsu tanpa perlu membuka segel botol.

Sistem ini dapat mengidentifikasi kandungan kimia berbahaya seperti metanol melalui kemasan kaca, bahkan yang berwarna gelap.

>>> LPPOM Tegaskan Minuman Kolesom Jumbo Haram karena Mengandung Alkohol 19,7%

Penelitian dari Universitas Adelaide, Australia, menunjukkan bahwa teknik optik ini sangat efektif. Hasil studi dipublikasikan dalam Journal of Physics: Photonics.

Metode konvensional mengharuskan botol dibuka dan sampel dianalisis di laboratorium. Teknologi baru ini menawarkan cara noninvasif dan cepat.

Cara Kerja Teknologi Laser

Teknik ini menggunakan spektroskopi Raman untuk membaca 'sidik jari' kimia unik cairan melalui kemasan. Sinar laser dimodifikasi bentuk dan panjang gelombangnya untuk meningkatkan sensitivitas.

>>> Suzy Pamer Rambut Indah sebagai Bintang Iklan Sampo di Singapura

Alat ini mampu menyaring gangguan dari material botol dan fokus mendeteksi zat berbahaya di dalamnya. Keunggulannya antara lain akurasi tinggi dan kecepatan pemeriksaan.

Sistem dapat mendeteksi metanol pada kadar sekitar 10 kali lebih rendah dari ambang batas keamanan internasional. Ini menjadikannya alat yang sangat potensial untuk mencegah keracunan massal.

Penulis utama penelitian, Ane Kritzinger, kandidat PhD dari Universitas Adelaide dan Universitas St Andrews, menyatakan potensi teknologi ini sangat luas untuk industri.

>>> Kehilangan OnePlus: Tekanan Inovasi di Pasar Ponsel AS Mereda

Inovasi ini diharapkan dapat membantu pihak berwenang di seluruh dunia.