Menemukan anak burung di luar sarang bisa membuat panik, tetapi langkah pertama yang paling penting adalah tetap tenang.

Menurut French League for the Protection of Birds (LPO), tindakan yang salah justru bisa membahayakan burung tersebut, meskipun niat Anda baik.

>>> Salamander Siberia: Bertahan Beku Bertahun-tahun, Hidup Kembali

Kapan Harus Menghubungi Ahli?

Jika anak burung tampak dalam kesulitan, segera hubungi pusat penyelamatan satwa liar atau cabang LPO setempat.

Mereka dapat memberikan panduan yang tepat. Simpan nomor telepon mereka selama musim semi, karena para ahli ini tahu cara menangani situasi.

Fakta penting: burung tidak pernah meninggalkan anaknya. Jika anak burung jatuh dari sarang, induknya akan kembali memberi makan selama anak itu masih hidup.

LPO menyebutkan bahwa anak burung bisa bertahan beberapa hari di tanah sebelum mandiri. Jadi, awasi saja tanpa terburu-buru bertindak.

Panduan Tindakan yang Tepat

Jangan otomatis memasukkan anak burung kembali ke sarang. Jika ia sudah melompat-lompat namun belum bisa terbang, itu adalah fase emansipasi.

Biarkan saja kecuali dalam bahaya langsung, seperti di dekat jalan atau ada kucing berkeliaran.

Jika berbahaya, pindahkan perlahan ke tempat yang lebih aman dan lebih tinggi, seperti dahan atau semak di dekat lokasi.

>>> Awalnya Jualan Burger, Kini Insaf Putra Bintangi Serial Komedi dengan 13 Juta Subscriber

Jika tidak ada bahaya, Anda tidak perlu campur tangan. Anak burung perlu belajar mencari makan, berlatih terbang, dan menjalani hidupnya.

Jika anak burung masih berbulu halus (down), itu berarti ia masih sangat muda dan masih diberi makan induknya.

Cari sarang asli dan masukkan kembali dengan hati-hati.

Jika sarang tidak ditemukan, tempatkan burung dalam kotak kardus terbuka di dekat lokasi temuan.

Letakkan kotak di tempat tinggi, terlindung dari sinar matahari langsung dan angin, agar induk bisa melihat dan terus memberi makan.

Jika anak burung terluka, masukkan ke dalam kotak untuk keamanan, lalu hubungi pusat rehabilitasi satwa liar terdekat. Jangan memberi makan anak burung yang terluka karena bisa tersedak.

>>> Seragam Sekolah Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Intinya, campur tangan hanya diperlukan jika anak burung dalam bahaya langsung. Jika tidak, bantuan terbaik adalah mengawasi dari jauh dan membiarkan alam berjalan.