Paparan sinar matahari selama beberapa bulan dalam setahun tidak otomatis meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh. Temuan ini terungkap dalam studi terbaru dari Newcastle University, Inggris.

Peneliti nutrisi Bernard Corfe mengatakan kadar vitamin D peserta tidak membaik bahkan di bulan-bulan musim panas. Padahal, saat itu biasanya terjadi pemulihan kadar vitamin D.

>>> Mbappe dan Barcola Cetak Gol, Prancis vs Inggris 2-4 di Menit ke-54

Penelitian berlangsung pada Desember 2024 hingga Agustus 2025 dengan melibatkan 299 orang.

Setengah dari peserta berusia di atas 65 tahun, sementara sisanya berusia di atas 18 tahun dengan kulit lebih gelap.

Hasilnya, lebih dari setengah peserta berusia 65 tahun ke atas memiliki kadar vitamin D di bawah ambang batas.

Pada dewasa muda, angkanya lebih tinggi, yakni lebih dari 72 persen.

Penyebab Kekurangan Vitamin D

Vitamin D berbeda dengan vitamin lain karena bisa diproduksi sendiri oleh tubuh saat kulit terpapar sinar ultraviolet B.

>>> Ide Bisnis Jualan Makanan Sehat 2026: Modal Kecil, Untung Besar

Namun, ada tiga faktor yang menghambat produksinya.

Pertama, pertambahan usia membuat kulit kurang efisien memproduksi vitamin D. Kedua, melanin pada kulit bertindak seperti tabir surya alami yang menghalangi sinar UV.

Ketiga, faktor geografis. Wilayah di utara bumi memiliki sinar matahari yang relatif lemah, sehingga produksi vitamin D tidak maksimal.

Vitamin D juga dikaitkan dengan kesehatan mental. Sebuah meta-analisis pada 2022 menunjukkan kadar vitamin D lebih tinggi berkaitan dengan gejala depresi yang lebih sedikit.

>>> Simulasi Keuntungan Jualan Makanan Sehat Modal Rp500 Ribu

Beberapa ilmuwan juga mengaitkan vitamin D dengan risiko kanker dan diabetes yang lebih rendah, meski penelitian masih terus berlangsung.