Militer Amerika Serikat akhirnya melancarkan serangan baru ke wilayah Iran sebagai balasan atas tewasnya dua personel militer AS dalam insiden yang dikaitkan dengan Teheran di Yordania.

Presiden Donald Trump sebelumnya berjanji akan merespons Iran dan menyebut insiden tersebut sebagai hal yang sangat menyedihkan.

>>> Final Piala Dunia 2026 Jam Berapa di Indonesia? Ini Jadwal WIB, WITA, dan WIT

"Kami tidak akan pernah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir," kata Trump, Minggu (19/7), seperti dikutip Al Jazeera.

Respons Militer dan Dampak Konflik

Pakar keamanan dari Thayer Marshall Institute, David Des Roches, mengatakan respons militer AS akan bergantung pada situasi di lapangan.

Pemerintah AS akan mempertimbangkan kemampuan militer, peluang diplomatik, dan kondisi politik dalam negeri sebelum menentukan langkah balasan.

Des Roches menilai publik Amerika akan menuntut pertanggungjawaban Trump atas tewasnya dua tentara tersebut.

>>> Argentina Berpeluang Patahkan Kutukan Juara Bertahan di Final Piala Dunia 2026

"Karena Presiden Trump tidak benar-benar membangun dukungan publik atau menjelaskan alasan perang ini sebelum dimulai, saya pikir masyarakat akan menganggap Trump ikut bertanggung jawab, sama besarnya dengan Iran," ujarnya.

Para pendukung Trump kemungkinan besar akan mendesak tindakan tegas terhadap Iran. Serangan balasan juga dipandang penting untuk memulihkan efek gentar.

Di sisi lain, dampak konflik mulai dirasakan masyarakat Iran. Banyak warga khawatir serangan AS tidak hanya menyasar fasilitas militer, tetapi juga berdampak pada kawasan sipil.

>>> Daftar 14 Pemain Timnas Voli Putri Indonesia untuk Uji Coba Lawan Korea Selatan

Kondisi tersebut memperburuk situasi ekonomi yang telah lama tertekan akibat sanksi internasional, inflasi, dan kenaikan harga.