Sebuah unggahan di media sosial viral setelah mengungkap dugaan penipuan berkedok sosialisasi tes TOEFL saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di salah satu SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Akun X @merapiuncover pada Sabtu (18/7) menuliskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Jumat (17/7).

>>> TMMIN Perluas Program Vokasi ke Lombok, Beri Mesin Mobil untuk SMK

Sekitar 108 siswa dari tiga kelas tengah mengikuti MPLS ketika dua orang datang memberikan sosialisasi TOEFL.

Kedua orang tersebut disebut menyampaikan klaim manfaat sertifikat TOEFL dengan cara intimidatif dan menggunakan kata-kata kasar.

Mereka juga membawa-bawa nama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY serta Polda DIY agar terlihat legal.

Di akhir sesi, siswa ditawari mengikuti tes dengan potongan harga bertahap dari Rp400 ribu menjadi Rp100 ribu.

Mereka hanya diberi waktu 15 menit untuk memutuskan pembayaran secara tunai, transfer, atau QRIS.

Setelah membayar, peserta mendapat kuitansi atas nama sebuah perusahaan layanan pendidikan. Namun, kecurigaan muncul setelah siswa mendapat informasi dari pelajar lain yang pernah mengalami kejadian serupa.

Penelusuran siswa menunjukkan alamat kantor di kuitansi tidak valid. Layanan yang ditawarkan diduga bukan tes TOEFL, melainkan tes EPT berbasis daring dengan sertifikat digital.

Pihak sekolah menyatakan tidak memberikan izin untuk kegiatan yang melibatkan transaksi langsung dengan siswa. Sekolah kini menelusuri bagaimana kegiatan itu bisa berlangsung.

Kepala Bidang Perencanaan dan Data Disdikpora DIY Suci Rohmadi menegaskan instansinya tidak pernah memberikan izin atau rekomendasi untuk kegiatan tersebut.

>>> Roket Swasta Pertama India Vikram-1 Sukses Mengorbit

"Disdikpora DIY tidak pernah memberikan izin, rekomendasi, atau kerja sama resmi dengan lembaga tersebut.