Amerika Serikat (AS) mengerahkan jet tempur generasi kelima F-35, yang dikenal sebagai jet tempur siluman, bersama F-16 dari Eropa ke Timur Tengah.

Langkah ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

>>> Rekor 22 Gol Mbappe di Piala Dunia 2026 Gagal Bawa Prancis ke Final

Menurut laporan Wall Street Journal, jet F-16 dikirim dari Pangkalan Udara Spangdahlem di Jerman. Sementara itu, F-35 dipindahkan dari Pangkalan Udara Lakenheath di Inggris.

Selain jet tempur, pesawat tanker AS juga dikerahkan ke wilayah konflik untuk mendukung operasi militer.

Latar Belakang Konflik

Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani memorandum yang bertujuan mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari.

Namun, sejak 8 Juli, militer AS telah melancarkan beberapa serangan terhadap Iran.

>>> 3 Rekor yang Bisa Diraih Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim serangan tersebut sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang di Selat Hormuz.

Militer Iran membalas dengan menyerang pangkalan AS di beberapa negara Timur Tengah.

Teheran menuding Washington melanggar memorandum gencatan senjata.

Pada 9 Juli, Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata tidak lagi berlaku, yang berujung pada serangan baru.

>>> Rekomendasi 7 Tempat Nobar Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol di Kota Bandung yang Wajib Dikunjungi

AS menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.