Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah dua prajurit AS tewas dalam serangan rudal balistik di Yordania.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi dua personel militer meninggal dunia akibat serangan tersebut.

>>> Pertamina Patra Niaga Perkuat Operasional Terminal BBM di Aceh

Selain itu, satu prajurit masih dinyatakan hilang dan empat lainnya mengalami luka-luka.

CENTCOM menyebut seluruh prajurit yang terluka telah mendapat perawatan di rumah sakit setempat sebelum kembali bertugas.

Sebagai bentuk penghormatan, identitas korban baru akan diumumkan 24 jam setelah keluarga menerima pemberitahuan resmi.

Militer AS mencatat sedikitnya 16 personel tewas dan lebih dari 430 terluka dalam berbagai serangan terkait konflik dengan Iran.

Serangan ini terjadi setelah Iran mengumumkan penghentian kepatuhan terhadap nota kesepahaman dengan AS.

>>> Israel Resmi Dukung Argentina di Final Piala Dunia 2026, Netanyahu Sebut Milei Sahabat Sejati

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa musuh telah berulang kali melanggar kesepakatan sementara.

Teheran menyebut tanda tangan dalam kesepakatan itu tidak lagi memiliki nilai atau kredibilitas.

Pernyataan Khamenei dipandang sebagai ultimatum langsung kepada Washington.

AS dilaporkan melancarkan serangan ke fasilitas sipil di Iran, sementara Iran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Konflik kembali memanas setelah gencatan senjata sementara runtuh sekitar sebulan lalu.

>>> Lokasi Mojtaba Khamenei Bocor di Tengah Memanasnya Perang Iran-Amerika

Kedua negara terus saling serang hampir setiap hari, meningkatkan kekhawatiran dunia akan perang terbuka skala besar.