Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan peringatan keamanan global pada Sabtu, 18 Juli 2026. Warga Amerika di luar negeri diminta meningkatkan kewaspadaan.

Peringatan ini menyusul serangan rudal dan drone Iran ke pangkalan militer di Yordania. Dua tentara AS tewas dan satu lainnya dinyatakan hilang.

>>> New Zealand Kalahkan West Indies di ODI Ketiga Usai Kolaps Batting

Peringatan global tersebut ditetapkan sebagai "Worldwide Caution" oleh pejabat pemerintah. Pengumuman ini muncul di tengah pertempuran aktif antara pasukan AS dan Iran setelah gencatan senjata sementara runtuh.

Departemen Luar Negeri memperbarui panduan keamanan secara daring untuk mencerminkan bahaya regional yang meningkat. Mereka menyarankan warga AS di seluruh dunia, terutama di Timur Tengah, untuk berhati-hati.

Pejabat keamanan memperingatkan bahwa pos diplomatik menghadapi risiko tinggi di seluruh dunia. "Fasilitas diplomatik AS, termasuk di luar Timur Tengah, telah menjadi sasaran.

Kelompok yang mendukung Iran mungkin menargetkan kepentingan AS lainnya di luar negeri," demikian pernyataan di situs web departemen.

Peringatan resmi menyoroti sifat konflik yang tidak dapat diprediksi.

"Karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, lingkungan keamanan tetap kompleks dengan potensi eskalasi yang tidak terduga," kata Departemen Luar Negeri.

Pejabat mencatat bahwa lingkungan saat ini sangat dipengaruhi oleh gesekan militer yang sedang berlangsung. Peringatan perjalanan menyebutkan "meningkatnya ketegangan di Timur Tengah."

>>> Pergeseran Astrologi pada 19 Juli 2026: Dampak pada Karier dan Hubungan

Pelancong diperingatkan bahwa logistik transportasi regional dapat mengalami gangguan mendadak akibat permusuhan.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memberikan penghormatan kepada korban serangan pangkalan Yordania di media sosial. "Semoga cepat, para pahlawan.