Iran kembali melontarkan ancaman keras kepada Amerika Serikat. Washington dijanjikan akan menerima 'pelajaran yang tak terlupakan' apabila tetap melanjutkan eskalasi militer terhadap Teheran.

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan musuh harus bersiap menghadapi konsekuensi yang lebih besar jika terus memicu perang di Timur Tengah.

>>> IHSG Rebound 4,24% dalam Sepekan, Investor Asing Masih Net Sell Rp75,7 Triliun

'Kini ketika musuh berusaha memicu perang dan harus menanggung biaya yang lebih besar serta penghinaan yang lebih dalam, mereka harus mengetahui bahwa kita memiliki pelajaran yang tak akan terlupakan untuk mereka,' demikian pernyataan Khamenei, dikutip Minggu (19/7/2026).

Serangan Terbaru dan Dampaknya

Sebelumnya, Amerika Serikat meningkatkan serangan terhadap Iran dengan menargetkan berbagai fasilitas sipil, termasuk jembatan, rel kereta api, dan instalasi penyulingan air.

Iran mengklaim telah membalas serangan tersebut dengan menghantam infrastruktur sipil di Kuwait. Akibatnya, Otoritas Kuwait meminta masyarakat melakukan penghematan konsumsi listrik.

Menurut Khamenei, tindakan musuh selama beberapa bulan terakhir menunjukkan karakter asli Washington.

>>> Penjualan Mobil Hybrid Melonjak 47% pada Semester I-2026, Ini 15 Model Terlaris

Amerika dinilai telah memperlihatkan wajah penuh tipu daya, tidak rasional, tidak dapat dipercaya, dan memiliki niat jahat terhadap Iran.

Iran di sisi lain diminta tetap mempercayai kepemimpinan negara dalam menghadapi situasi perang. Khamenei juga mengajak rakyat agar tetap waspada dan aktif mendukung pertahanan nasional selama konflik berlangsung.

Laporan yang beredar dalam beberapa hari terakhir menyebut adanya kerja sama antara Iran dan Kelompok Houthi di Yaman.

Keduanya berdiskusi mengenai potensi untuk menutup jalur strategis Bab al-Mandeb di Laut Merah.

>>> Media Sosial Tak Sekadar Hiburan, Kini Jadi Inspirasi Gaya Hidup

Jika benar terjadi, langkah tersebut diperkirakan akan mengganggu distribusi energi global, memicu kenaikan inflasi dunia, sekaligus meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat.