Amerika Serikat (AS) kembali memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengirim tambahan jet tempur F-16 Fighting Falcon dan F-35 Lightning II.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

>>> Indonesia Juara Japan Open 2026! Fajar/Fikri Raih Gelar Super 750 Pertama Tahun Ini

Menurut laporan Al Jazeera yang mengutip sumber internal Pentagon, pesawat yang dikerahkan berasal dari Skuadron Tempur ke-480 di Pangkalan Udara Spangdahlem, Jerman, serta Sayap Tempur ke-48 di RAF Lakenheath, Inggris.

Selain jet tempur, pesawat tanker untuk pengisian bahan bakar di udara juga ikut diberangkatkan ke kawasan Semenanjung Arab.

Penguatan militer ini terjadi setelah pemerintahan Presiden Donald Trump meningkatkan operasi udara terhadap Iran. Eskalasi dimulai setelah gencatan senjata antara kedua negara berakhir akibat perselisihan mengenai Selat Hormuz.

Sejak itu, militer AS melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk infrastruktur strategis dan jembatan.

Iran pun membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di kawasan Teluk serta kapal-kapal komersial.

Konflik antara kedua negara telah berlangsung selama beberapa pekan. Serangan dari kedua belah pihak tetap terjadi meskipun sempat ada gencatan senjata.

Rotasi Kekuatan Udara AS

Di tengah eskalasi, Pentagon juga melakukan rotasi kekuatan udaranya.

>>> KPK Dorong Kampanye Digital untuk Tekan Biaya Politik yang Mahal

Belasan pesawat pengebom B-52H Stratofortress yang sebelumnya ditempatkan di RAF Fairford, Inggris, telah dipulangkan ke AS setelah menjalankan operasi terhadap Iran.

Sementara itu, sejumlah pesawat pengebom B-1B Lancer masih dipertahankan di pangkalan tersebut untuk mendukung kesiapan operasi militer.

Beberapa pesawat tempur lain seperti F-22 Raptor, F-15E Strike Eagle, dan A-10 Thunderbolt II juga telah kembali ke pangkalan asalnya dalam beberapa pekan terakhir.

Meski demikian, AS masih mempertahankan kekuatan udara yang cukup besar di kawasan Timur Tengah.

F-16 milik Skuadron Tempur ke-480 yang sempat kembali ke Jerman kini kembali dikerahkan ke Timur Tengah.

Unit yang dijuluki "Wild Weasels" itu memiliki kemampuan khusus untuk melumpuhkan sistem pertahanan udara musuh.

>>> Vivo Y6c 4G Resmi Dirilis di China, Harga Mulai Rp2 Jutaan

Selain memperkuat armada udara, AS juga kembali memberlakukan blokade militer terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Operasi udara AS kini disebut menyasar target yang lebih luas di berbagai wilayah Iran.