Pasukan Israel dilaporkan melancarkan beberapa operasi penyusupan ke wilayah pedesaan Quneitra, Suriah, dalam dua hari terakhir hingga Minggu (19/7).

Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, melaporkan sebanyak lima kendaraan militer Israel memasuki wilayah Al Samdaniyah Al Sharqiyah. Pasukan Israel mendirikan pos pemeriksaan sementara dan memeriksa warga yang melintas.

>>> 3 Kapal Hangus Terbakar di Muara Angke, Polisi Selidiki Penyebab

Dikutip Al Jazeera, pasukan Israel yang ditempatkan di Al Hamidiyah juga menembakkan satu mortir dan granat asap ke area sekitarnya.

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan.

Pada malam sebelumnya, enam kendaraan militer Israel bergerak mendekati Bendungan Koudna. Aktivitas pesawat nirawak (drone) juga terpantau sebelum pasukan Israel mundur dari wilayah tersebut.

>>> Persija Jakarta Resmi Rekrut Gelandang Bosnia Stjepan Loncar

Reaksi Suriah dan Konteks Regional

Pemerintah Suriah mengecam operasi tersebut sebagai pelanggaran terhadap Perjanjian Pelepasan Pasukan (Disengagement Agreement) 1974. Suriah mendesak komunitas internasional menekan Israel agar menarik pasukannya dari wilayah selatan Suriah.

Intrusi Israel ini terjadi saat Tel Aviv dan Amerika Serikat masih memerangi Iran sejak Februari lalu.

Meski sempat meneken gencatan senjata, AS dan Iran kembali terlibat perang selama delapan hari terakhir.

>>> Argentina Pasrah Disanksi FIFA Akibat Spanduk Malvinas

Israel, musuh bebuyutan Iran, tidak pernah menyetujui gencatan senjata AS-Iran. Menurut Tel Aviv, perang harus terus berlanjut sampai rezim di Iran benar-benar musnah.