Enam kapal cepat Coast Guard (Penjaga Pantai) Amerika Serikat kini beroperasi di Pasifik Barat setelah lebih dari dua dekade bertugas di Timur Tengah.

Langkah ini merupakan bagian dari pergeseran kekuatan militer AS ke kawasan Pasifik.

>>> Ekonom: Penempatan Dana SAL di Himbara Langkah Tepat Purbaya

Coast Guard mengumumkan pekan lalu bahwa enam kapal kelas Sentinel yang sebelumnya membentuk Patrol Forces Southwest Asia kini bertugas melindungi perairan Guam dan Kepulauan Pasifik.

Kapal-kapal tersebut kini beroperasi dari Singapura dan Subic Bay di Filipina, seperti dilaporkan Janes.

Pemindahan ini bertujuan memperkuat kehadiran AS di sekitar Laut China Selatan dan perairan sekitarnya.

Keenam kapal itu adalah USCGC Robert Goldman, USCGC Charles Moulthrope, USCGC Glen Harris, USCGC Emlen Tunnell, USCGC John Scheuerman, dan USCGC Clarence Sutphin Jr.

“Coast Guard selalu beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan nasional yang mendesak,” kata Laksamana Kevin Lunday, Komandan Coast Guard.

“Skuadron Kapal Ekspedisi meningkatkan kemampuan Coast Guard untuk mendukung komandan tempur dan tujuan keamanan nasional.”

USNI News melaporkan bahwa kapal-kapal itu sudah terlihat di Pasifik Barat awal tahun ini sebelum pengumuman resmi.

>>> Praperadilan Ketiga Roy Suryo Mulai Disidangkan Pekan Ini, Tuntut Ganti Rugi

Pemindahan ini mengakhiri misi panjang skuadron di Timur Tengah.

Patrol Forces Southwest Asia dibentuk pada 2002 menjelang invasi Irak.

Selama lebih dari dua dekade, kapal Coast Guard bertugas di perairan Teluk Persia, melakukan misi interdiksi, pertahanan pesisir, dan latihan bersama militer AS.

Skuadron sebelumnya bermarkas di Bahrain, markas Armada ke-5 Angkatan Laut AS.

Departemen Pertahanan AS sebelumnya mengumumkan rencana penarikan semua pasukan dari Irak pada akhir September.

Penempatan enam kapal ini adalah langkah terbaru untuk memperkuat kehadiran militer AS di Pasifik Barat.

>>> Inggris Desak FIFA Selidiki Spanduk 'Malvinas Milik Argentina' yang Dibentangkan Messi Cs

Selain meningkatkan pertahanan di Guam, militer AS juga mengerahkan unit drone, pasukan rotasi baru, dan menguji sistem rudal anti-kapal baru di Filipina, Jepang, dan wilayah lain.