Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya meralat penyebab kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo.

Kepala DPKP Surabaya Laksita Rini menegaskan kebakaran itu bukan akibat flare atau suar suporter sepak bola.

>>> Spanyol Gelar Pawai Juara Piala Dunia 2026, Jalanan Madrid Lumpuh

Rini mengatakan terjadi kesalahan data dari laporan Command Center. "Bukan flare, kita belum tahu.

Itu teman-teman dari Command Center ya," kata Rini saat dikonfirmasi, Senin (20/7).

Ia menjelaskan jarak antara Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dengan TPA Benowo cukup jauh. Stadion tersebut menjadi lokasi pertandingan Persebaya Surabaya melawan PSIS Semarang, Minggu (19/7) sore.

"Makanya saya kan juga bingung, masak flare, tempatnya jauh. Saya nggak tahu jaraknya, nanti salah," ucapnya.

Rini menyebut pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Informasi awal, titik api mulanya muncul kecil, lalu membesar setelah ditiup angin.

"Iya [penyebab masih diselidiki]. Memang awalnya kecil, anginnya sangat besar cepat merambat.

Untuk memastikan terkait flare saya belum tahu, pastinya kita belum tahu juga," kata dia.

Kebakaran TPA Benowo terdeteksi mulai pukul 18.49 WIB, Minggu (19/7) malam. Tumpukan sampah di lokasi terbakar hebat sebelum berhasil dipadamkan petugas gabungan.

>>> Kalah di Final Piala Dunia, Emi Martinez Tunda Pensiun dari Timnas Argentina

Berdasarkan laporan resmi DPKP Kota Surabaya, api pokok berhasil dipadamkan pukul 21.05 WIB. Proses pembasahan rampung dan lokasi dinyatakan kondusif pada pukul 23.58 WIB.

Delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, terdiri dari dua unit dari Pos Pakal, satu unit dari Pos TOW, dua unit dari Rayon 5 Margomulyo, satu unit dari Rayon 2 Tambak Rejo, satu unit dari Pos Lakarsantri, dan satu unit dari Rayon 3 Rungkut.