Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan ekosistem kecerdasan buatan (AI) global yang terbuka, inklusif, dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela pembukaan Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia (WAIC) 2026 di Shanghai, Jumat.

>>> Panduan Beralih ke ColorOS untuk 5 Model Realme Terbaru di 2026

"Indonesia menegaskan kesiapannya untuk berkolaborasi dalam membangun ekosistem kecerdasan buatan global yang terbuka, inklusif, dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat global," ujar Airlangga.

Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif pemerintah China mendirikan Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia (WAICO) dan memilih Indonesia sebagai salah satu negara anggota pendiri.

"Sebagai negara yang bergabung sejak tahap awal pendiriannya, Indonesia memiliki peluang yang sangat strategis untuk memberikan kontribusi signifikan dalam merumuskan arah kebijakan dan struktur kelembagaan WAICO," kata Airlangga.

Ia menjelaskan bahwa keputusan Indonesia bergabung dengan organisasi internasional yang baru dibentuk itu mengikuti arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pengembangan dan pemanfaatan teknologi AI di dalam negeri.

>>> Matty Healy Resmi Menikahi Gabbriette, Dua Pekan Setelah Taylor Swift

Menteri Airlangga menyatakan bahwa Indonesia bertujuan mengoptimalkan teknologi AI di sektor-sektor strategis, termasuk pertanian modern, manajemen energi terbarukan, dan inovasi kesehatan digital.

Namun, ia mencatat bahwa adopsi AI tingkat lanjut memerlukan dukungan infrastruktur domestik yang kuat, terutama pusat data.

Menurut data pemerintah, ekonomi digital Indonesia saat ini bernilai sekitar US$130 miliar dan diproyeksikan meningkat menjadi US$300 miliar, dengan integrasi AI diharapkan dapat mempercepat lintasan pertumbuhan tersebut.

>>> Ricky Alvarez Tampak Bergoyang di Konser Ariana Grande di New York

Pada Kamis (16 Juli), Indonesia secara resmi bergabung dengan 28 negara lain dalam menandatangani deklarasi resmi pendirian WAICO.