Tanda Sakit Halus pada Anjing Sering Terlewatkan, Studi Ungkap

Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa pemilik anjing sering kali melewatkan tanda-tanda sakit yang halus pada hewan peliharaan mereka, bahkan yang paling perhatian sekalipun.
Penelitian yang diterbitkan di jurnal PLOS ONE pada April 2026 ini menunjukkan bahwa pemilik anjing tidak lebih baik daripada non-pemilik dalam mengenali perilaku yang mengindikasikan rasa sakit.
>>> Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Mengubah Segalanya dalam Kanker Usus Besar
Para peneliti dari Universitas Utrecht, Belanda, menemukan bahwa perilaku seperti menjilat lantai, menguap, atau menatap kosong sering diabaikan sebagai tanda sakit.
Perilaku yang Sering Disalahartikan
Dalam studi tersebut, 647 partisipan diminta menilai 17 perilaku yang berpotensi menandakan sakit. Hasilnya, menjilat, menguap, dan mengendus udara mendapat skor probabilitas terendah untuk dikaitkan dengan rasa sakit.
Padahal, menurut literatur ilmiah, perilaku-perilaku itu memang muncul pada anjing yang kesakitan. Dokter hewan Thierry Poitte menegaskan bahwa pemilik sering menganggapnya sebagai masalah perilaku, bukan sakit.
Ia mencontohkan anjing yang menjilat lantai berlebihan atau meregangkan leher ke atas bisa mengindikasikan sakit pencernaan.
Kaitan Sakit dan Gangguan Perilaku
Studi ini juga menyoroti hubungan dua arah antara sakit dan gangguan perilaku. Sakit kronis dapat menyebabkan kecemasan, iritabilitas, dan isolasi, sementara gangguan perilaku tertentu juga bisa menimbulkan sakit.
Dr. Poitte menekankan bahwa agresi mendadak pada anjing usia 7-8 tahun harus memicu pertanyaan apakah hewan tersebut sedang kesakitan.
>>> 21 Penyakit dan Layanan RS Ini Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Anjing yang sakit bahkan bisa kehilangan sinyal peringatan normalnya, seperti tidak lagi menggeram sebelum menggigit, yang disebut instrumentalization of pain.
Peneliti juga menduga pemilik mungkin telah belajar mengaitkan perilaku seperti membeku atau memalingkan kepala dengan stres, sehingga mengabaikan kemungkinan kaitannya dengan sakit.
Fenomena ini bahkan lebih parah pada kucing, yang cenderung menyembunyikan rasa sakitnya.
Dr. Poitte mencatat bahwa kucing dengan radang sendi jarang pincang, sehingga pemilik sering terlambat membawanya ke dokter.
Studi ini menyerukan perlunya pendidikan dan alat penilaian bagi pemilik hewan.
CAPdouleur, jaringan dokter hewan yang dipimpin Dr. Poitte, telah mengembangkan aplikasi gratis untuk melacak perubahan tanda sakit pada hewan.
>>> Final Piala Dunia 2026: Argentina vs Spanyol, Duel Dua Filosofi
Menariknya, orang yang pernah mengalami sakit kronis sendiri ternyata lebih akurat dalam menilai sakit pada hewan mereka, mendukung konsep One Pain, One Health.
Update Terbaru
Viral! Mobil Dinas Pelat RI 33 Terpantau di Mal Saat Malming, Milik Menteri ESDM Bahlil Lahadalia?
Senin / 20-07-2026, 11:40 WIB
Pelaku Utama Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Wanita di Bekasi Akhirnya Ditangkap, Polisi Janjikan Transparansi Penuh
Senin / 20-07-2026, 11:35 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 21 - 26 Juli 2026
Senin / 20-07-2026, 11:28 WIB
Update Harga iPhone Resmi & Bekas pada 20 Juli 2026: iPhone 17 Rilis, iPhone Air & 16e Jadi Primadona Baru!
Senin / 20-07-2026, 10:43 WIB
Rating TV Terbaru per Senin, 20 Juli 2026: Euforia Piala Dunia 2026 hingga Perseteruan Panas Sinetron Indonesia!
Senin / 20-07-2026, 10:27 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 21 - 26 Juli 2026
Senin / 20-07-2026, 10:17 WIB
Harga Emas Antam Hari Ini 20 Juli 2026 Turun: Cek Daftar Lengkap dan Peluang Investasi di Tengah Fluktuasi Pasar
Senin / 20-07-2026, 10:16 WIB
Daftar Acara Trans TV Selasa, 21 Juli 2026 ada Film Bioskop, Brownies, Insert dan Pagi-Pagi Ambyar + Link
Senin / 20-07-2026, 10:15 WIB







