Columbus, Ohio — Sebuah rancangan undang-undang di Ohio bertujuan menghapus kemungkinan pembebasan bersyarat bagi individu yang dihukum karena membunuh petugas penegak hukum secara sengaja.

House Bill 372, yang dikenal sebagai Larry Henderson Act, telah mendapat dukungan luas di gedung DPR negara bagian.

Saat ini, hukum Ohio mengizinkan hukuman mati serta penjara seumur hidup dengan atau tanpa parole untuk pembunuhan berat terhadap polisi, jaksa, petugas pertama, atau anggota militer.

RUU ini akan menghilangkan opsi hukuman yang memungkinkan parole, sekaligus memperluas cakupan hukum untuk mencakup petugas pemasyarakatan.

Latar Belakang dan Dukungan

RUU ini disponsori oleh Rep. Cindy Abrams dari Harrison dan Rep.

Phil Plummer dari Dayton.

Setelah empat kali sidang, RUU ini lolos dari Komite Yudisial DPR dengan suara bulat dan disahkan oleh DPR pada bulan Maret.

Saat ini sedang dipertimbangkan di Komite Yudisial Senat, di mana dua sidang telah dilakukan namun belum ada pemungutan suara.

RUU ini terinspirasi oleh kematian Deputi Larry Henderson, yang tewas setelah ditabrak oleh Rodney Hinton Jr. saat bertugas mengatur lalu lintas.

Henderson telah pensiun setelah 33 tahun di Kantor Sheriff Hamilton County, namun masih bekerja pada tugas khusus.

Hinton didakwa melakukan pembunuhan berat dan mengaku tidak bersalah dengan alasan kegilaan.

Janda Henderson, Lori, mengatakan setiap sidang pengadilan membuka kembali luka yang baru mulai sembuh.

Anak-anak Henderson juga menyampaikan kesedihan mereka dalam kesaksian bersama.

Letnan Timothy Nash dari Kantor Sheriff Hamilton County mengatakan kemungkinan pelaku bebas "membuat pekerjaan yang sudah sulit menjadi lebih sulit."

RUU ini juga didukung oleh Jon dan Karen Ritter, yang putranya, Petugas Polisi Cleveland Jamieson Ritter, tewas pada Juli 2024 saat bertugas.