Militer Kuwait mencegat rentetan serangan udara Iran pada Minggu (19/7) di tengah eskalasi konflik antara Teheran dan Amerika Serikat yang telah berlangsung selama delapan hari terakhir.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait menyatakan sistem pertahanan udaranya sedang menghadapi rudal dan drone Iran setelah apa yang disebut sebagai "agresi berdosa Iran."

>>> Penyekapan ala Taufik Hidayat di Cikarang, Pelaku Utama Ditangkap

Seorang jurnalis AFP melaporkan sirene peringatan terdengar di seluruh Kota Kuwait saat serangan berlangsung.

Melalui akun resmi di platform X, militer Kuwait mengatakan bahwa setiap ledakan yang terdengar merupakan hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan musuh.

Peringatan tersebut muncul hanya beberapa jam setelah militer Iran mengklaim telah melancarkan serangan drone skala besar yang menargetkan gudang amunisi di Camp Buehring, yang sebelumnya dikenal sebagai Camp Udairi.

>>> 5 Fakta Menarik Jelang Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina

Selain Camp Buehring, gempuran Iran juga menyasar sistem radar pertahanan udara di Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait.

Rentetan serangan drone Iran ini terjadi saat Teheran terus melancarkan serangan balasan terhadap AS yang menargetkan pangkalan-pangkalan militer Amerika di Timur Tengah.

>>> Viral Dugaan Scam Sosialisasi TOEFL saat MPLS SMA di DIY

Kuwait terseret dalam perang AS-Iran karena masih menampung pangkalan dan fasilitas militer Amerika Serikat.