Joan Capdevila, mantan pemain timnas Spanyol yang menjadi bagian skuat juara Piala Dunia 2010, dilarang memasuki Amerika Serikat (AS) jelang final Piala Dunia 2026.

Pria berusia 48 tahun itu menduga larangan tersebut disebabkan oleh kunjungannya ke Iran pada 2016 silam.

>>> 7 Rekomendasi Hadiah Ulang Tahun untuk Wanita Taurus, dari Perhiasan hingga Tanaman Hias

Capdevila berencana pergi ke AS untuk bereuni dengan mantan rekan setimnya dan mendukung Spanyol di laga final melawan Argentina, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB.

Namun, izin ESTA miliknya ditolak.

ESTA adalah sistem otomatis yang menentukan apakah pengunjung internasional boleh masuk AS tanpa visa tradisional hingga 90 hari.

Capdevila mengungkapkan keluhannya di media sosial X pada Sabtu (18/7/2026) dini hari WIB, menandai akun Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

>>> Profil Frank Hutapea: Putra Sulung Hotman Paris dengan Rekam Jejak Hukum Mentereng yang Sempat Kritik Pedas Sang Ayah soal Kasus Febrie Adriansyah

"Mereka baru saja memberi tahu saya bahwa saya tidak dapat pergi ke final bersama anak-anak saya karena ESTA saya ditolak," tulisnya.

Dalam wawancara dengan Radio COPE, Capdevila meyakini penolakan itu terkait dengan partisipasinya dalam pertandingan tim legenda La Liga melawan All-Stars Iran di Teheran pada 2016.

Ia bukan orang pertama yang mengalami masalah serupa selama Piala Dunia 2026.

>>> TVRI Dipastikan Tayangkan Halftime Show Final Piala Dunia 2026

Sebelumnya, wasit asal Somalia Omar Artan gagal ambil bagian setelah ditolak masuk AS, dan sejumlah ofisial Iran juga dilarang masuk.