Nama Frank Hutapea kembali mencuri perhatian publik Tanah Air. Bukan sekadar sebagai "anak dari" sang superstar pengacara, Hotman Paris Hutapea, Frank kini menunjukkan taringnya sebagai figur publik yang vokal, mandiri, dan memiliki prinsip hukum yang tegas. Sorotan tajam belakangan ini mengarah pada dinamika keluarga mereka, pasca Hotman Paris menerima tawaran menjadi kuasa hukum dari eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.
 
Kasus yang melibatkan mantan pejabat tinggi kejaksaan ini memang bukan perkara biasa. Dugaan korupsi di tiga kasus hukum berbeda telah memicu gelombang atensi dan perdebatan hangat di tengah masyarakat Indonesia. Namun, di tengah riuhnya dukungan maupun kritik yang mengarah pada Hotman Paris, reaksi yang paling mengejutkan justru datang dari dalam rumah sendiri: sang putra sulung, Frank Alexander Hutapea.
 
Teguran Pedas Sang Putra: Antara Prinsip dan Dinamika Keluarga
 
Alih-alih membela langkah sang ayah, Frank Hutapea memilih untuk menyuarakan kritik yang tajam dan blak-blakan. Ia menampik narasi yang dibangun bahwa Hotman Paris bersedia membela Febrie Adriansyah tanpa mengharapkan imbalan finansial. Bagi Frank, langkah tersebut terkesan sebagai sebuah pencitraan yang tidak konsisten dengan realitas yang ada.
 
"Halah, kebanyakan pencitraan. Fritz married aja angpaonya lo ambil. Ala-ala nggak mau duit," cuit Frank dengan nada yang menyiratkan kekecewaan sekaligus ketegasan.
 
Pernyataan ini sontak memicu gelombang diskusi baru di media sosial. Publik tidak hanya menyoroti aspek hukum dari kasus yang ditangani Hotman, tetapi juga menyelami dinamika hubungan ayah dan anak yang jarang terekspos sedalam ini. Teguran Frank menunjukkan bahwa ia bukan sekadar figur pelengkap, melainkan pribadi yang memiliki standar integritas tinggi dan tidak segan mengoreksi langkah keluarga, bahkan di hadapan publik. Hal ini justru menambah dimensi emosional dan kedewasaan dalam persepsi masyarakat terhadap sosok Frank.