Amerika Serikat melancarkan serangan udara baru ke Pelabuhan Sirik di Iran selatan pada Sabtu (18/7) sebagai balasan atas serangan Iran yang menewaskan dua personel militernya di Yordania.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz.

>>> Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina Perebutkan Mahkota Juara

Serangan juga dimaksudkan untuk menghukum Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang dituding berada di balik serangan terhadap pasukan AS di Yordania.

CENTCOM menyebut serangan dimulai pada pukul 22.00 waktu setempat.

"Serangan ini dirancang untuk semakin melemahkan kemampuan Iran mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz dan dengan cepat menghukum pasukan Korps Garda Revolusi Islam yang melancarkan serangan terhadap personel militer Amerika di Yordania semalam," tulis CENTCOM di platform X.

Kantor berita Iran Fars dan Tasnim melaporkan bahwa militer AS menyerang Pelabuhan Sirik yang berada di pesisir Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dan rute utama distribusi minyak dunia.

>>> Pencarian 20 Korban Kapal Tenggelam di Selayar Sulsel Diperluas

Sebelumnya pada hari yang sama, CENTCOM mengumumkan dua personel militer AS tewas dalam serangan rudal dan pesawat nirawak Iran di Yordania.

Satu personel lainnya masih dinyatakan hilang.

Insiden tersebut menjadi korban jiwa pertama di pihak militer AS sejak Washington kembali melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 7 Juli lalu.

>>> Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT Erupsi, Muntahkan Abu Vulkanik 1,5 Km

Serangan terbaru ke Pelabuhan Sirik menandai eskalasi baru dalam konflik AS-Iran yang terus memanas. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran.