Dua raksasa sepak bola, Spanyol dan Argentina, akan bertempur di panggung tertinggi Piala Dunia 2026.

Duel ini akan tersaji di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7) waktu setempat atau Senin (20/7) dini hari WIB.

>>> Pencarian 20 Korban Kapal Tenggelam di Selayar Sulsel Diperluas

Argentina tentu tak ingin hanya meraih 'Argentum' atau perak dalam bahasa Latin, asal-usul nama negara mereka. Juara tentu jadi ambisinya.

Begitu juga dengan Spanyol. Setelah terakhir kali menapak partai final Piala Dunia pada 2010, pastinya mereka enggan menyaksikan lawan mengangkat piala.

Kekuatan Spanyol: Rodri Jadi Kunci

Pola 4-2-3-1 kreasi Luis de la Fuente bakal jadi kunci. Pola empat bek sejajar berisi Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, dan Marc Cucurella diharapkan tetap mantap.

Peran Rodri sebagai gelandang jangkar juga mesti lebih sangar. Boleh dibilang sang kapten adalah pemain paling penting bagi Spanyol saat ini.

Rodri sudah mencatat 694 operan, tertinggi dari siapapun di Piala Dunia 2026. Akurasi umpan mencapai 93 persen juga salah satu paling jitu.

Selain distribusi, Rodri juga piawai dalam tugas utamanya memutus serangan lawan. Dalam catatan Fotmob, penggawa Manchester City itu memenangkan 94 persen duel udara.

Jumlah tekelnya mencapai 22 kali, hanya terpaut tipis dari pemain Paraguay Andres Cubas (23). Hebatnya, tak ada satupun kartu kuning apalagi kartu merah didapatkan Rodri.

Rodri adalah sebenar-benarnya target untuk dibuat jinak oleh Argentina. Jika mampu membatasi gerak-geriknya, niscaya upaya mengebiri pemain lainnya akan lebih mudah.

Perjalanan Argentina: Roller Coaster Menuju Final

Melewati segala dinamika, pada akhirnya Argentina kembali berpeluang juara. Tapi mereka tak bisa terus berharap pada keajaiban dalam mengincar kemenangan.