Argentina berhasil melaju ke final Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi Spanyol. Tim asuhan Lionel Scaloni menjadi tim keenam yang mencapai partai puncak dengan status juara bertahan.

Namun, sejarah mencatat bahwa dalam tiga edisi terakhir, tak satu pun juara bertahan yang mampu mempertahankan gelar. Argentina kini berpeluang memutus tren negatif tersebut.

>>> Daftar 14 Pemain Timnas Voli Putri Indonesia untuk Uji Coba Lawan Korea Selatan

Tren Juara Bertahan di Final Piala Dunia

Italia dan Brasil pernah sukses meraih gelar beruntun pada era trofi Jules Rimet. Italia juara pada 1934 dan 1938, sementara Brasil menang di 1958 dan 1962.

Namun, setelah trofi berganti menjadi Piala Dunia saat ini, belum ada juara bertahan yang mampu meraih dua gelar beruntun.

Tiga tim sebelumnya gagal melakukannya.

Argentina menjadi tim pertama yang memulai tren tersebut.

>>> 4 Rekomendasi Pompa Air Lokal Tangguh dan Irit Listrik, Harga Mulai Rp400 Ribuan

Diego Maradona dan kawan-kawan lolos ke final Piala Dunia 1990 sebagai juara bertahan, tetapi kalah 0-1 dari Jerman Barat.

Delapan tahun kemudian, Brasil yang juara pada 1994 kembali ke final Piala Dunia 1998. Namun, mereka secara mengejutkan dikalahkan Prancis 0-3.

Momen terakhir terjadi pada Piala Dunia 2022. Prancis yang berstatus juara bertahan harus mengakui keunggulan Argentina lewat adu penalti.

Kini giliran Argentina yang memegang kendali. Mereka bisa memutus tren buruk tersebut di final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol.

>>> Apa Itu Weton Tulang Wangi? Ini Ciri dan Keistimewaannya

Argentina memiliki materi tim yang mumpuni untuk mengalahkan Spanyol. Namun, Spanyol juga punya kualitas untuk membuat Argentina mengikuti jejak tiga juara bertahan sebelumnya.