Air Cambodia Pesan 20 Pesawat Regional C909 Buatan China
Air Cambodia, maskapai nasional Kamboja, telah menandatangani perjanjian dengan Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC) untuk membeli 20 pesawat regional C909.
Kesepakatan yang ditandatangani di Shanghai itu menjadikan Air Cambodia sebagai maskapai nasional asing pertama yang melakukan pemesanan dalam jumlah besar untuk pesawat C909 buatan China.
>>> Kemenperin: Lebih dari 4.000 Lulusan Vokasi Sudah Bekerja, Tembus Pasar Global
COMAC menyatakan bahwa batch pertama dijadwalkan dikirim pada paruh kedua 2026 dan akan segera memasuki layanan komersial dengan maskapai tersebut.
Menurut pengamat industri, pesawat baru ini diharapkan membantu Air Cambodia memperluas jaringan rute, meningkatkan kapasitas transportasi, dan memperkuat konektivitas antara Kamboja dan pasar regional.
Kerja Sama Lebih Luas dengan Kamboja
Secara terpisah, COMAC dan Sekretariat Negara Penerbangan Sipil Kamboja menandatangani nota kesepahaman untuk memperdalam kerja sama di bidang keselamatan penerbangan, sertifikasi kelaikan udara, dan pelatihan personel.
C909, yang sebelumnya dikenal sebagai ARJ21, memiliki kapasitas tempat duduk antara 78 hingga 97 penumpang dengan jangkauan 2.225 hingga 3.700 kilometer.
>>> Iran Ancam Beri Pelajaran Tak Terlupakan ke AS Jika Eskalasi Berlanjut
Pesawat ini dirancang untuk beroperasi di bandara dengan landasan pacu pendek dan sempit, serta memiliki performa baik dalam kondisi suhu tinggi, ketinggian tinggi, dan angin silang.
Ekspansi Pasar Regional
C909 telah berekspansi ke luar negeri sejak mulai beroperasi di Indonesia pada April 2023. Kini pesawat tersebut beroperasi di pasar seperti Laos dan Vietnam.
Pesawat ini melayani 28 kota di luar negeri dan telah mengangkut lebih dari 1 juta perjalanan penumpang.
C909 mencakup sekitar 70 persen dari armada pesawat regional domestik China. China kini memiliki populasi perjalanan udara terbesar di dunia.
>>> IHSG Rebound 4,24% dalam Sepekan, Investor Asing Masih Net Sell Rp75,7 Triliun
Data dari Otoritas Penerbangan Sipil China menunjukkan bahwa negara tersebut menambah sekitar 40 juta penumpang udara setiap tahun dalam dua tahun terakhir, sehingga total populasi perjalanan udara mencapai 470 juta, naik 160 juta dari 2019.
Update Terbaru
Tanda Sakit Halus pada Anjing Sering Terlewatkan, Studi Ungkap
Minggu / 19-07-2026, 21:49 WIB
Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Mengubah Segalanya dalam Kanker Usus Besar
Minggu / 19-07-2026, 21:49 WIB
21 Penyakit dan Layanan RS Ini Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Minggu / 19-07-2026, 21:49 WIB
Final Piala Dunia 2026: Argentina vs Spanyol, Duel Dua Filosofi
Minggu / 19-07-2026, 21:49 WIB
Buttonscarves Gelar Tropical Paradise Takeover 2026 Bertema Under The Sea
Minggu / 19-07-2026, 21:22 WIB
Motorola Razr 2025: Satu-satunya Ponsel yang Mendekati Pixel 11
Minggu / 19-07-2026, 21:22 WIB
Fitur Taskbar Baru Android 17 Akhirnya Atasi Masalah Terbesar Saya dengan Pixel Fold
Minggu / 19-07-2026, 21:22 WIB
Galaxy Z Fold 8: Samsung Gagalkan Harapan Saya pada Foldable Lebar
Minggu / 19-07-2026, 21:22 WIB
Rekaman Bodycam: Pria Bersampar Todong Polisi Denver Sebelum Ditembak
Minggu / 19-07-2026, 21:22 WIB
Ohio Hapus Parole bagi Pembunuh Petugas Penegak Hukum
Minggu / 19-07-2026, 21:21 WIB
Dua Deputi Sheriff Florida Ditembak saat Penyergapan, Tersangka Tewas
Minggu / 19-07-2026, 21:21 WIB
ATF Tetapkan BolaWrap 150 Bukan Senjata Api
Minggu / 19-07-2026, 21:20 WIB
Indonesia Siap Dukung Ekosistem AI Terbuka dan Inklusif
Minggu / 19-07-2026, 21:07 WIB
Panduan Beralih ke ColorOS untuk 5 Model Realme Terbaru di 2026
Minggu / 19-07-2026, 21:07 WIB







