Pemerintah Kota San Francisco secara resmi meminta Apple dan Google untuk menghapus puluhan aplikasi nudify dari App Store dan Google Play.

Aplikasi tersebut dinilai memfasilitasi penyebaran deepfake intim tanpa persetujuan korban.

>>> Larry David Hina RFK Jr. dalam Acara HBO Baru

Aplikasi nudify menggunakan teknologi AI untuk mengubah foto seseorang menjadi gambar telanjang dalam hitungan detik.

Siapa pun yang memiliki foto di media sosial berpotensi menjadi korban, bukan hanya publik figur.

Apple dan Google Dianggap Lalai

Menurut surat resmi dari City Attorney San Francisco, David Chiu, Apple dan Google sudah berulang kali diperingatkan mengenai keberadaan aplikasi tersebut sejak tahun lalu.

Kedua perusahaan disebut telah mengetahui bahwa aplikasi-aplikasi itu menjual layanan pembuatan deepfake intim dan memproses pembayaran untuk layanan tersebut.

David Chiu menilai Apple dan Google ikut memperoleh keuntungan dari aplikasi yang mengeksploitasi perempuan dan anak perempuan melalui deepfake intim tanpa persetujuan.

Di California, sudah ada undang-undang yang melarang pihak ketiga membantu atau memfasilitasi pembuatan konten pornografi deepfake tanpa izin.

Sejak tahun 2025, korban juga berhak menggugat pihak ketiga yang mempermudah penyebaran konten tersebut.

Jika Apple dan Google tetap membiarkan aplikasi itu beredar, keduanya berpotensi menghadapi tuntutan hukum dan sanksi perdata.

Tanggapan Apple dan Google

Apple menyatakan bahwa aplikasi nudify sebenarnya dilarang masuk ke App Store.

>>> Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026

Perusahaan mengaku telah menghapus tiga aplikasi yang dimaksud, menutup akun developer terkait, dan memberikan peringatan kepada empat developer lain.

Google mengatakan lima aplikasi yang disebut dalam laporan telah ditangguhkan dari Google Play.