Badai petir yang melintasi wilayah Timur Laut Amerika Serikat diperkirakan akan membersihkan asap tebal kebakaran hutan Kanada dari area New Jersey menjelang final Piala Dunia pada Minggu, 19 Juli 2026.

Pertandingan antara Spanyol dan Argentina di MetLife Stadium dijadwalkan kick-off pukul 15.00 waktu setempat.

>>> Persebaya vs PSIS: Kapten Rivera Ingin Pemain Baru Rasakan Atmosfer GBT

Meteorolog melaporkan bahwa front badai akan menyapu atmosfer, meningkatkan indeks kualitas udara dari tidak sehat bagi kelompok sensitif pada Sabtu menjadi sedang saat pertandingan.

Sebelumnya, asap kebakaran hutan Kanada telah memengaruhi setidaknya 18 negara bagian dan memaksa tim nasional Spanyol menunda sesi latihan luar ruangan terakhir mereka.

Prakiraan Cuaca Final

Meteorolog senior AccuWeather Tyler Roys mengatakan bahwa asap paling tebal akan bergeser dari wilayah New York City menuju Midwest dan Great Lakes.

"Mungkin ada sedikit sisa asap yang membuat kabur, tetapi sangat samar," ujar Roys. Ia menambahkan bahwa kondisi udara berbahaya tidak lagi diperkirakan terjadi pada pertandingan final.

Kepala Meteorolog WFLA-TV Jeff Berardelli memproyeksikan suhu sekitar 80 derajat Fahrenheit dengan angin sepoi-sepoi dan kelembaban rendah pada hari pertandingan.

"Kondisinya akan jauh lebih baik," kata Berardelli. Ia menambahkan bahwa final akan memiliki kondisi bermain yang optimal.

"Anda tidak bisa meminta cuaca yang lebih baik untuk Piala Dunia," ujar Berardelli.

Pemantauan Kualitas Udara

Perusahaan pemantau lingkungan Clarity Movement mengukur kualitas udara stadion setiap 10 menit. CEO David Lu menyatakan bahwa hujan deras akan dengan cepat menurunkan kadar partikel.

>>> Ribuan Suporter PSIS Semarang Hadiri Langsung Laga Klasik Versus Persebaya di GBT