Lionel Messi belum pernah meraih Sepatu Emas Piala Dunia sepanjang kariernya.

Piala Dunia 2026 semula dianggap sebagai kesempatan terbaiknya, namun kini ia harus bekerja ekstra keras di partai puncak.

>>> Pesan Menyentuh Messi Jelang Final Piala Dunia 2026

Megabintang Argentina itu tampil gemilang di Amerika Utara dengan delapan gol dan empat assist. Catatan itu menjadi yang tertinggi dalam satu edisi Piala Dunia baginya.

Namun, laga perebutan tempat ketiga antara Inggris dan Prancis mengubah segalanya. Kylian Mbappe mencetak dua gol dan satu assist, membuatnya kini memuncaki daftar top skor dengan 10 gol.

Mbappe juga resmi mengkudeta Messi sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 22 gol. Messi kini tertinggal dua gol.

Skenario Messi Raih Sepatu Emas

Untuk merebut Sepatu Emas, Messi harus mencetak hat-trick ke gawang Spanyol di final. Jika itu terjadi, koleksi golnya menjadi 11, unggul atas Mbappe.

Skenario kedua, Messi mencetak brace dan satu assist. Jumlah gol akan sama (10), namun Messi unggul assist (5 berbanding 4).

>>> Praktik Dokter Ilegal di Jaksel, 2 WNA Vietnam Dideportasi

Jika Messi hanya brace tanpa assist, gol dan assist keduanya identik (10 gol, 4 assist).

Dalam kasus itu, Mbappe menang karena menit bermain lebih sedikit (769 menit berbanding 712 menit Messi).

Messi akan bermain penuh di final, sehingga menit bermainnya otomatis melampaui Mbappe. Itu membuatnya kalah dalam tiebreaker.

Kendati peluang Sepatu Emas menipis, mencetak dua gol di final akan mengembalikan status Messi sebagai top skor sepanjang masa Piala Dunia dengan 23 gol.

>>> Banyak Buang Peluang Lawan Inggris, Olise Menangis di Ruang Ganti

Publik meyakini Messi hampir pasti membawa pulang Bola Emas ketiganya sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia 2026, terlepas dari hasil perebutan Sepatu Emas.