Militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara baru terhadap Iran pada Minggu (2/3/2025) sebagai balasan atas serangan drone dan rudal di pangkalan militer di Yordania yang menewaskan dua tentara AS.

Serangan tersebut juga menyebabkan satu tentara hilang dan empat lainnya dirawat di rumah sakit.

>>> Afrika Selatan Hancurkan Wales 43-0 di Nations Championship

Komando Pusat AS menyatakan bahwa operasi ini menargetkan wilayah selatan Iran dan kawasan Selat Hormuz untuk menurunkan kemampuan Iran dalam membatasi lalu lintas pelayaran.

Serangan ini merupakan yang pertama kalinya tentara AS tewas akibat tembakan langsung Iran sejak perang dimulai, sehingga total korban jiwa AS menjadi 16 tentara tewas dan lebih dari 430 terluka.

Menurut media pemerintah Iran, IRNA dan IRIB, serangan udara terjadi sekitar pukul 01.30 waktu setempat dan menghantam beberapa lokasi di dekat Sirik, Hajiabad, Bandar Abbas, dan Pulau Qeshm.

Serangan sebelumnya pada Sabtu mengganggu jalan raya utama dengan merusak pembangkit listrik dan pabrik desalinasi, serta jembatan dan terowongan di Provinsi Hormozgan.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa setidaknya 50 orang tewas dan lebih dari 500 terluka dalam serangan AS selama tiga pekan terakhir.

Di Irak, serangan drone pada Minggu dini hari terhadap pangkalan Partai Kebebasan Kurdistan di dekat Irbil melukai delapan anggota, di tengah meningkatnya ketegangan regional selama kunjungan Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi ke Washington.

Secara bersamaan, serangan Iran di Kuwait menghantam pabrik desalinasi air dan fasilitas minyak, melukai beberapa orang dan mematikan unit listrik.

Kuwait sempat menutup wilayah udaranya, sementara sistem pertahanan udara di Yordania berhasil menembak jatuh rudal yang masuk, dan sirene berbunyi di Bahrain dan Arab Saudi.