Serangan Balasan AS ke Iran Setelah Tewasnya Tentara di Yordania
Dampak ekonomi global masih menjadi perhatian karena konflik berpusat di Selat Hormuz, jalur air yang sebelumnya membawa sekitar 20% pasokan minyak global sebelum Iran menutupnya setelah serangan bersama AS dan Israel pada 28 Februari.
Kesepakatan diplomatik mulai runtuh akibat permusuhan yang kembali memanas. Pejabat Iran menyatakan penghentian pengaturan keamanan sebelumnya, sementara para pemimpin regional saling memperingatkan tentang eskalasi kekerasan.
>>> Sambaran Petir Picu Kebakaran di Cabang Fifth Third Bank Fishers
"Saya pikir situasinya akan semakin buruk sebelum menjadi lebih buruk," kata Aaron David Miller, mantan negosiator Timur Tengah Departemen Luar Negeri AS.
Pejabat AS mengantisipasi keterlibatan militer berkelanjutan di seluruh kawasan karena kedua belah pihak memperkuat posisi strategis mereka.
Mantan Brigjen Mark Kimmitt memperkirakan akan ada "lebih banyak serangan balasan" terhadap Iran setelah tentara AS tewas.
Militer AS sebelumnya telah menyesuaikan kehadiran regionalnya dengan memberlakukan kembali blokade laut di pelabuhan Iran, mengalihkan lima kapal, dan menonaktifkan satu kapal lainnya untuk menghentikan pengiriman minyak mentah.
Tindakan militer ini dimaksudkan untuk "menghukum dengan cepat" Garda Revolusi Iran, menurut militer AS.
Para pemimpin politik memberi isyarat bahwa infrastruktur penting tetap rentan selama jalur air strategis itu masih diperebutkan.
Tanda tangan Presiden Donald Trump "tidak berharga dan tidak valid," peringatan Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran.
Para diplomat Iran mengonfirmasi bahwa negara itu tidak lagi mematuhi perjanjian de-eskalasi bilateral sebelumnya.
Teheran menangguhkan komitmennya terhadap kesepakatan sementara yang ditandatangani sekitar sebulan lalu dan bertujuan untuk mengakhiri pertempuran secara permanen, kata seorang negosiator Iran.
Badan-badan regional mengutuk keras serangan lintas batas tersebut karena infrastruktur sipil terus mengalami kerusakan.
>>> Debutan Muda Bersinar, Springboks Hajar Wales 43-0
Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk yang beranggotakan enam negara, Jasem Mohamed al-Budaiwi, menuduh Iran melakukan kejahatan perang atas serangan-serangan itu.
Update Terbaru
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 21 – 26 Juli 2026
Senin / 20-07-2026, 04:00 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 21 – 26 Juli 2026
Senin / 20-07-2026, 04:00 WIB
Boston Symphony Orchestra Catat Surplus Rp 27,5 Juta, Bantah Klaim Endowment Terkuras
Senin / 20-07-2026, 00:56 WIB
Princess Charlene Pimpin Gala Palang Merah Monako dengan Gaun Emas Berkilau
Senin / 20-07-2026, 00:56 WIB
The New York Times Rilis Strands Puzzle 868 Bertema Big Talk
Senin / 20-07-2026, 00:56 WIB
China Larang AI Pacar demi Tingkatkan Angka Kelahiran
Senin / 20-07-2026, 00:51 WIB
Apple Perbarui Aplikasi Android dengan Widget Layar Utama dan Berbagi ke WhatsApp
Senin / 20-07-2026, 00:51 WIB
Trump Minta FIFA Larang Atlet Transgender Sebelum Piala Dunia 2031
Senin / 20-07-2026, 00:51 WIB
Trump Minta FIFA Larang Atlet Transgender Sebelum Piala Dunia 2031
Senin / 20-07-2026, 00:50 WIB
Demokrat Sulit Manfaatkan Ketidakpuasan terhadap Trump untuk Pemilu 2026
Senin / 20-07-2026, 00:50 WIB
George Russell Hadapi Masalah Kecepatan Lurus di Kualifikasi Spa
Senin / 20-07-2026, 00:49 WIB
Link Live Streaming Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026
Senin / 20-07-2026, 00:49 WIB
Jetlag Terasa Lebih Parah Kalau Terbang ke Arah Timur, Ini Alasannya
Senin / 20-07-2026, 00:49 WIB
Sehari Pulang Kampung, Veda Ega Langsung Tancap Gas di Mandalika
Senin / 20-07-2026, 00:49 WIB







