Iran memanggil kuasa usaha Ukraina di Teheran pada 26 Juli setelah serangan jarak jauh Ukraina menargetkan kapal dagang Iran di Laut Kaspia.

Serangan itu menewaskan satu pelaut dan melukai lainnya di tengah meluasnya konflik regional.

>>> Shark Week 2026 Hadirkan 20 Spesial Baru, Ekspedisi Global, dan Kolaborasi K-Pop

Kementerian Luar Negeri Iran mengecam serangan tersebut sebagai tindakan kriminal yang melanggar Piagam PBB.

Iran memperingatkan bahwa insiden itu mengancam memperluas cakupan geografis perang Rusia-Ukraina.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi berdiskusi dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas untuk menuntut pertanggungjawaban atas serangan itu.

Araghchi menyerukan respons tegas dari badan internasional, sambil menegaskan kembali bahwa Tehran tidak campur tangan langsung dalam perang Eropa.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi bahwa pasukan Ukraina melakukan operasi jarak jauh terhadap sasaran maritim di kawasan itu.

"Kami mencapai hasil yang sangat kuat dengan serangan jarak jauh di Laut Kaspia – termasuk kapal yang digunakan dalam pengiriman kargo militer yang melibatkan Iran, serta sebuah kapal perang," kata Zelenskyy di X.

Zelenskyy juga menuduh intelijen militer Rusia secara aktif memasok citra satelit kepada Iran yang melacak instalasi militer AS dan negara-negara Teluk sejak awal Juli.

"Sejak awal Juli, kami mencatat pengawasan satelit Rusia yang aktif terhadap negara-negara Teluk dan fasilitas militer AS di sana.

Gambar-gambar ini kemudian muncul di Iran," ujar Zelenskyy.

>>> Serangan Mobil di Dekat Festival Pride Berlin, Pemerintah Jerman Janji Tindak Tegas

Presiden Ukraina menyatakan bahwa pelacakan satelit menargetkan empat pangkalan udara strategis di Bahrain, Yordania, dan Kuwait pada 19 dan 20 Juli.