Ketegangan di Semenanjung Korea kembali meningkat setelah Amerika Serikat menyetujui penjualan rudal canggih ke Korea Selatan. Langkah itu langsung mendapat kecaman keras dari Korea Utara.

Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengecam keputusan Washington yang dianggap memperburuk situasi regional. Media resmi KCNA melaporkan bahwa kerja sama militer AS-Korea Selatan terus diperkuat secara sistematis.

>>> FIFA Wajibkan Hydration Break di Piala Dunia 2026, Kontroversi Mengemuka

Direktur Jenderal Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyatakan penguatan hubungan militer ini berlangsung meskipun ada kekhawatiran internasional.

Eskalasi di Semenanjung Korea dinilai semakin meningkat.

>>> Dembele Bela Mbappe dari Kritik Jelang Piala Dunia 2026

Departemen Luar Negeri AS menyetujui penjualan militer asing senilai hampir $300 juta. Paket tersebut mencakup rudal udara-ke-udara canggih dan peralatan pendukung untuk militer Korea Selatan.

"Ekspor senjata AS adalah ekspor perang," kata pejabat Korea Utara. Pihaknya menegaskan tidak akan tinggal diam dan akan terus memperkuat sistem pencegahan pertahanan diri.

>>> Semen Indonesia Gencar Ekspansi ke Pasar Amerika Serikat

Korea Utara berkomitmen menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan. Langkah AS dinilai mengancam stabilitas Semenanjung Korea dan memicu perlombaan senjata.