AS dan Iran Makin Dekati Kesepakatan Damai Selat Hormuz
Amerika Serikat dan Iran dilaporkan semakin mendekati kesepakatan damai sementara yang bertujuan membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.
Langkah diplomatik ini diharapkan dapat mengakhiri konflik bersenjata yang telah merusak stabilitas ekonomi global serta memicu kekacauan di kawasan Timur Tengah.
>>> Zinedine Zidane Berpeluang Ganti Didier Deschamps Melatih Timnas Prancis
Perkembangan negosiasi tersebut memicu ketidakpastian akibat pernyataan yang saling bertentangan dari kedua belah pihak mengenai hasil akhir diplomasi.
Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan udara terhadap Iran yang hampir dilaksanakan pada Kamis lalu.
Trump menyatakan bahwa tim negosiator kedua negara telah mencatat kemajuan yang sangat signifikan dalam proses perundingan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melalui media sosial X mengatakan, "Memorandum Kesepahaman Islamabad belum pernah sedekat ini untuk terwujud."
Araghchi menambahkan bahwa seluruh rincian kesepakatan akan diumumkan secara terbuka kepada publik pada waktu yang tepat.
Unggahan tersebut kemudian dibagikan ulang oleh Trump di akun pribadinya.
Wakil Presiden AS JD Vance menulis, "Presiden akan menghasilkan hasil yang baik, apa pun caranya."
>>> Persaingan AS-China dalam AI: Kanada Dorong Kemandirian Teknologi Negara Menengah
Vance juga menegaskan bahwa Iran tidak akan langsung mendapatkan akses terhadap dana yang dibekukan hanya dengan menandatangani kesepakatan.
Di sisi lain, Trump mengkritik laporan media Iran mengenai pencairan dana dan menyatakan, "Iran adalah pihak yang sangat tidak terhormat untuk diajak berunding.
Mereka harus segera membereskan sikap mereka."
Proses komunikasi diplomatik ini dikabarkan harus melalui persetujuan otoritas tertinggi di Teheran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, "Seluruh otoritas terkait harus mencapai konsensus mengenai setiap detail teks dan potensi kesepakatan."
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa pemerintah setempat masih melakukan peninjauan mendalam terhadap rancangan memorandum tersebut.
>>> Batas Aman Makan Mi Instan Menurut Dokter, Waspada Risikonya!
Proses penandatanganan kesepakatan sementara ini diproyeksikan berpotensi terjadi di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi G7 di Evian, Prancis.
Update Terbaru
Mitchell Baker, Striker Muda 196 cm, Cetak Hattrick Debut untuk Timnas Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 18:28 WIB
IOS 26.6 Resmi Dirilis, Apple Tambal 75 Celah Keamanan untuk iPhone
Selasa / 28-07-2026, 18:28 WIB
UNM Jalin Kerja Sama dengan BSI untuk Program Magang 3+1
Selasa / 28-07-2026, 18:21 WIB
Maybank dan PJI Edukasi 2.000 Siswa di Gianyar Lewat Program MELAIB
Selasa / 28-07-2026, 18:21 WIB
Rekor! J&T Express Kirim 9,18 Miliar Paket dalam Satu Kuartal
Selasa / 28-07-2026, 18:21 WIB
Jababeca Ecoweek 2026: 35.000 Bibit Mangrove Ditanam, Total Capai 100.000 Pohon
Selasa / 28-07-2026, 18:14 WIB
Ekspansi Path of Exile 1: Curse of the Allflame Resmi Rilis, Ajak Pemain Berlayar ke Laut Dalam
Selasa / 28-07-2026, 18:14 WIB
Skor Aksesibilitas Perbankan Hanya 57,76%, Riset MRI Soroti Rendahnya Empati Petugas
Selasa / 28-07-2026, 18:14 WIB
6 Game Perang PS3 Terbaik: Strategi, Aksi, dan Stealth yang Wajib Dimainkan
Selasa / 28-07-2026, 18:14 WIB
Kokushibo: Upper Rank One Demon Slayer dengan Moon Breathing dan Kelemahan Psikologis
Selasa / 28-07-2026, 18:07 WIB
Samsung Siap Tingkatkan Baterai Galaxy S27 Ultra Setelah Enam Tahun
Selasa / 28-07-2026, 18:07 WIB
Jonathan Ezekiel Sumbang Emas untuk Indonesia di Olimpiade Biologi Internasional 2026
Selasa / 28-07-2026, 18:07 WIB
PKB Run 2026: Gus Muhaimin Ingin Tradisi Lari Meluas ke Daerah
Selasa / 28-07-2026, 18:07 WIB
John Herdman Ungkap Alasan Pantau Timnas Indonesia dari Tribun, Tiru Gaya Luis Enrique
Selasa / 28-07-2026, 18:00 WIB







