PT Jababeka Infrastruktur, anak usaha PT Jababeka Tbk, bersama 27 perusahaan tenant di Kawasan Industri Jababeka mencatat tonggak baru dalam pelestarian pesisir Pantai Utara Bekasi.

Melalui rangkaian kegiatan Jababeka Ecoweek 2026, sebanyak 35.000 bibit mangrove ditanam di Pantai Bahagia, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

>>> Ekspansi Path of Exile 1: Curse of the Allflame Resmi Rilis, Ajak Pemain Berlayar ke Laut Dalam

Penanaman ini menjadikan total bibit mangrove yang telah ditanam secara kumulatif sejak program dimulai pada 2018 kini mencapai 100.000 pohon.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Hutan mangrove berperan penting sebagai penahan abrasi, habitat biota laut, dan penyerap karbon.

Dengan melibatkan tenant industri, Jababeka ingin mendorong partisipasi aktif sektor swasta dalam pelestarian alam.

>>> Skor Aksesibilitas Perbankan Hanya 57,76%, Riset MRI Soroti Rendahnya Empati Petugas

Lokasi penanaman di Pantai Bahagia dipilih karena kawasan tersebut rawan abrasi dan membutuhkan rehabilitasi ekosistem pesisir.

Program ini juga sejalan dengan target pemerintah dalam pemulihan lingkungan pesisir di Jawa Barat.

Jababeka Ecoweek 2026 menjadi ajang tahunan yang mengedepankan aksi nyata untuk keberlanjutan.

>>> 6 Game Perang PS3 Terbaik: Strategi, Aksi, dan Stealth yang Wajib Dimainkan

Selain penanaman mangrove, rangkaian acara mencakup edukasi lingkungan dan kegiatan bersih pantai.

Partisipasi 27 perusahaan tenant menunjukkan sinergi antara pengelola kawasan industri dan pelaku usaha.

Ke depan, Jababeka berencana memperluas area penanaman dan melibatkan lebih banyak pihak.

Pencapaian 100.000 pohon mangrove menjadi bukti nyata kontribusi sektor industri terhadap lingkungan.

>>> Kokushibo: Upper Rank One Demon Slayer dengan Moon Breathing dan Kelemahan Psikologis

Dengan terus menanam, diharapkan ekosistem pesisir Bekasi pulih dan masyarakat sekitar merasakan manfaatnya.