India Kunci Pasokan Uranium Australia untuk Target 100 GW Nuklir pada 2047
India dan Australia akhirnya merealisasikan kemitraan uranium yang telah lama tertunda.
Pada KTT 9 Juli di Melbourne, Perdana Menteri Anthony Albanese dan Narendra Modi menandatangani pengaturan administratif yang memungkinkan ekspor uranium Australia ke India untuk pembangkit listrik tenaga nuklir sipil di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
>>> Krisis Chip Memori Hantam Industri: OnePlus Hengkang dari AS-Eropa, Realme Tinggalkan China
Kesepakatan ini bukan sekadar perjanjian pertambangan biasa.
Bagi India, ini adalah langkah strategis untuk mencapai target kapasitas nuklir 100 gigawatt (GW) pada 2047, naik drastis dari kapasitas saat ini yang hanya 8,78 GW.
Dari Perjanjian ke Implementasi
India dan Australia sebenarnya telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Nuklir Sipil pada 2014, yang mulai berlaku setahun kemudian.
Namun, bagian yang hilang adalah mekanisme administratif untuk melacak, mentransfer, dan mengendalikan material yang diawasi melalui siklus bahan bakar nuklir.
Pengaturan baru ini membuka pintu bagi kontrak komersial, meskipun bukan merupakan pesanan pembelian langsung.
Modi menyebutnya akan "membuka jalan bagi pasokan uranium dari Australia ke India," sementara Albanese menggambarkan Australia sebagai "pemasok yang dapat diandalkan dan terpercaya" di masa depan.
Kebutuhan Bahan Bakar yang Mendesak
Armada nuklir India saat ini masih kecil dibandingkan ambisi pemerintah.
Rencana resmi menargetkan kapasitas sekitar 22 GW pada tahun fiskal 2031-32, dengan perusahaan publik, investor swasta, pemerintah negara bagian, dan usaha patungan diharapkan membantu menutup kesenjangan menuju 100 GW.
Peningkatan lebih dari sebelas kali lipat dalam dua dekade membutuhkan pasokan bahan bakar yang stabil.
Mengandalkan sedikit pemasok luar negeri dapat membuat program nuklir nasional rentan terhadap sanksi, konflik, gangguan pengiriman, atau sengketa kontrak.
Update Terbaru
Portronics Tornado Plus 160W: Pembersih Nirkabel Bertenaga Tinggi Diluncurkan
Selasa / 28-07-2026, 19:49 WIB
BoAt Luncurkan Jam Tangan Anak Sailor Nav dan Headphone Sailor Play di India
Selasa / 28-07-2026, 19:49 WIB
REDMI Note 17 5G Resmi Meluncur di India pada 6 Agustus
Selasa / 28-07-2026, 19:49 WIB
BenQ RD270Q Monitor Programming 27 Inci 2K 144Hz Resmi Hadir di India
Selasa / 28-07-2026, 19:49 WIB
Kesepakatan Tiga Perusahaan Buka Jalan Penetapan Hutan Adat Punan Batu
Selasa / 28-07-2026, 19:42 WIB
Come See Mie Fest 2026: Festival Kuliner dengan Nuansa Dunia Fantasi di Bandung
Selasa / 28-07-2026, 19:42 WIB
Hobi Bikin Konten Bawa Almeyda Nayara Raih Beasiswa Kuliah
Selasa / 28-07-2026, 19:42 WIB
Rabbit & Wheels, Merek Apparel Asal Bandung, Kini Hadir di Malaysia dan Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 19:42 WIB
Mazda Resmi Rakit CX-30 di Pabrik Bogor, Langkah Besar di Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 19:35 WIB
5 MPV Termurah di Indonesia Siap Bersaing di GIIAS 2026, Mulai Rp229 Juta
Selasa / 28-07-2026, 19:35 WIB
Mazda Didorong Jadikan Pabrik Bogor Pusat Ekspor ke Australia dan ASEAN
Selasa / 28-07-2026, 19:35 WIB
Harga BBM Hari Ini 28 Juli 2026: Cek Tarif Pertamax hingga Solar di Seluruh SPBU
Selasa / 28-07-2026, 19:35 WIB
Cair Rp3 Juta, Begini Syarat dan Jadwal Pencairan PKH Balita 2026
Selasa / 28-07-2026, 19:28 WIB
Toyota Indonesia Catat Ekspor 3,2 Juta Unit ke 100 Negara, Avanza dan Veloz Paling Laris
Selasa / 28-07-2026, 19:28 WIB







