Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan tantangan besar kepada PT Eurokars Motor Indonesia, agen pemegang merek Mazda di Tanah Air.

Pemerintah mendesak agar fasilitas perakitan di Citeureup, Bogor, tidak hanya melayani pasar domestik, tetapi juga menjadi pusat produksi untuk pasar Australia dan kawasan ASEAN.

>>> Harga BBM Hari Ini 28 Juli 2026: Cek Tarif Pertamax hingga Solar di Seluruh SPBU

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin, Setia Diarta, menyatakan peluang tersebut terbuka lebar seiring mulai beroperasinya pabrik lokal.

"Kami berharap nanti bisa ekspor ke Australia atau ASEAN.

Harapan kita tentu mendorong semua industri otomotif di Indonesia menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk ekspor," ujar Setia di Bogor, Selasa 28 Juli 2026.

Meski memberikan dorongan kuat, Setia menyadari bahwa ekspansi ke mancanegara memerlukan proses. Mazda dituntut memperkokoh fondasi di pasar domestik sebelum mulai mengapalkan unit buatan Bogor ke luar negeri.

>>> Cair Rp3 Juta, Begini Syarat dan Jadwal Pencairan PKH Balita 2026

"Untuk mencapai pasar ekspor itu ada timeline-nya sendiri. Yang paling penting sekarang bagaimana Mazda Indonesia tumbuh dan berkembang di Indonesia, bisa menguasai pasar Indonesia," katanya.

Kemenperin juga terus melobi prinsipal Mazda di Jepang agar menambah varian model yang diproduksi secara lokal.

Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan daya saing serta mempercepat keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok otomotif internasional.

Menanggapi dorongan tersebut, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, Ricky Thio, menjelaskan bahwa ekspor memang menjadi sasaran jangka panjang.

>>> Toyota Indonesia Catat Ekspor 3,2 Juta Unit ke 100 Negara, Avanza dan Veloz Paling Laris