Transformasi digital di sektor industri Indonesia memasuki babak baru dengan integrasi teknologi 5G, kecerdasan buatan (AI), dan Internet of Things (IoT).

Telkomsel dan China Telecom Global Limited (CTG) resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada 25 Juni 2026 di ajang Mobile World Congress (MWC) Shanghai.

>>> 7 HP 5G Rp3 Jutaan dengan Layar AMOLED dan Baterai Jumbo untuk Multitasking

Kolaborasi ini bertujuan menjajaki pengembangan solusi digital terintegrasi bagi segmen enterprise dan berbagai industri vertikal di Indonesia.

Teknologi yang akan dimanfaatkan meliputi AI, IoT, ICT, serta peluang implementasi jaringan 5G untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, dan keselamatan kerja.

Tantangan Konektivitas di Negara Kepulauan

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia menghadapi tantangan konektivitas yang kompleks.

Kawasan industri, pelabuhan, pertambangan, hingga wilayah terpencil membutuhkan jaringan dengan latensi rendah, keamanan tinggi, dan kemampuan menghubungkan ribuan perangkat secara bersamaan.

>>> Planet Venus Ternyata Masih Aktif Secara Geologis, Simulasi 3D Buktikan

Dalam konteks ini, AI dan IoT menjadi semakin penting.

Perangkat IoT mengumpulkan data langsung dari lapangan melalui sensor, sementara AI mengolah data tersebut untuk meningkatkan efisiensi, memprediksi gangguan, memantau aset secara real-time, dan memperkuat keselamatan kerja.

Melalui kerja sama ini, China Telecom Global akan menghadirkan kapabilitas teknologinya di bidang AI, IoT, dan ICT yang dipadukan dengan jaringan, kanal distribusi, serta pemahaman Telkomsel terhadap pasar Indonesia.

Kedua perusahaan juga akan mengeksplorasi pengembangan solusi berbasis SIM untuk perangkat AI dan IoT, serta pemanfaatan konektivitas 5G dan LTE di berbagai sektor industri.

Komitmen Telkomsel dalam Transformasi Digital