Uranium Australia menambah satu pemasok lagi yang beroperasi di bawah sistem pengawasan bilateral.

India juga memiliki rencana jangka panjang untuk memanfaatkan cadangan toriumnya yang besar, tetapi teknologi itu belum bisa menggantikan uranium dalam waktu dekat.

>>> Telkomsel Kantongi 100 MHz Spektrum Baru, Sinyal 5G Makin Kencang

Torium harus diubah menjadi uranium-233 yang dapat digunakan di dalam reaktor, sehingga uranium impor dapat menjadi jembatan sementara India mengembangkan reaktor cepat dan sistem canggih lainnya.

Keunggulan Sumber Daya Australia

Geoscience Australia menempatkan negara itu sebagai yang pertama di dunia dalam sumber daya uranium ekonomi, dengan sekitar 32% dari total global dalam penilaian 2023.

Namun, Australia hanya memproduksi sekitar 9% uranium dunia pada tahun itu, menunjukkan kesenjangan antara cadangan dan produksi.

Bagi penambang Australia, India bisa menjadi pasar baru yang signifikan. Bagi New Delhi, nilainya terletak pada diversifikasi sumber bahan bakar.

Namun, uranium harus melalui konversi, pengayaan, fabrikasi bahan bakar, persetujuan transportasi, dan langkah regulasi lainnya sebelum mencapai reaktor.

Dokumen yang ditandatangani di Melbourne adalah awal dari rantai pasokan, bukan garis akhir.

Manfaat Iklim dengan Syarat

Tenaga nuklir dapat menghasilkan listrik rendah karbon sepanjang waktu, berguna saat matahari terbenam atau angin berhenti.

Badan Energi Internasional menggambarkan nuklir sebagai tenaga listrik bersih yang dapat diandalkan dan melengkapi energi terbarukan.

IAEA menyatakan emisi siklus hidup tetap sangat rendah bahkan setelah penambangan, konstruksi, produksi bahan bakar, dan dekomisioning diperhitungkan.

Namun, uranium tidak sepenuhnya ramah lingkungan.

Penambangan dapat mengganggu lahan, mengonsumsi air, dan menciptakan tailing yang memerlukan pengendalian jangka panjang. Program nuklir juga harus mengelola bahan bakar bekas, keselamatan pabrik, dan dekomisioning.