Almeyda Nayara tidak pernah menyangka bahwa hobi membuat konten di media sosial akan mengantarkannya meraih beasiswa kuliah. Awalnya ia hanya membagikan hal-hal yang disukainya di ruang digital.

Namun, di balik setiap unggahan, ia selalu mengomunikasikan setiap langkah dan kesempatan kepada kedua orang tuanya. Dukungan dan kepercayaan keluarga menjadi alasan untuk terus berkarya secara positif.

>>> Rabbit & Wheels, Merek Apparel Asal Bandung, Kini Hadir di Malaysia dan Kamboja

"Saya memulai semuanya dari ketertarikan untuk membuat konten dan berbagi hal-hal yang saya sukai. Dalam menjalani proses tersebut, saya selalu mengomunikasikan setiap langkah dan kesempatan kepada orang tua.

Dukungan, kepercayaan, dan restu dari mereka membuat saya semakin yakin untuk terus mengembangkan kreativitas secara positif," kata Almeyda.

Almeyda merupakan salah satu penerima BINUSFLUENCER Scholarship, program beasiswa dari BINUS University untuk tahun akademik 2027/2028.

Ia mengaku tidak pernah menyangka aktivitas membuat konten akhirnya membuka kesempatan melanjutkan pendidikan melalui jalur beasiswa.

"Saya tidak pernah menyangka bahwa perjalanan ini dapat membuka kesempatan bagi saya untuk memperoleh beasiswa.

Bagi saya, kreativitas bukan hanya membuka peluang untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi cara untuk menghadirkan konten yang positif, menginspirasi, dan memberikan dampak bagi lebih banyak orang," ujarnya.

>>> Mazda Resmi Rakit CX-30 di Pabrik Bogor, Langkah Besar di Indonesia

Kreativitas Digital Jadi Jalur Beasiswa

Cerita Almeyda muncul di tengah masih terbatasnya akses pendidikan tinggi di Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi baru mencapai 31,45 persen.

Pemerintah menargetkan APK meningkat menjadi 38,04 persen pada 2029. Artinya, masih banyak lulusan sekolah menengah yang belum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.