Samsung mulai membuka kemungkinan penggunaan baterai silikon-karbon (Si-C) pada lini flagship Galaxy S. Petunjuk ini muncul setelah perusahaan sukses menerapkan teknologi tersebut di seri foldable terbaru.

Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Fold 8 Ultra, dan Galaxy Z Flip 8 menjadi ponsel pertama Samsung yang menggunakan baterai Si-C.

>>> Ariana Grande Gugat Dua Hacker Pembobol Akun Pribadi dan Pencuri Lagu

Baterai jenis ini memiliki kepadatan energi lebih tinggi dibandingkan lithium-ion konvensional.

Dalam sebuah media briefing di London, Moon Sung-hoon, Vice President Hardware Samsung MX, ditanya soal potensi baterai Si-C di seri Galaxy S27.

Ia menjawab bahwa keputusan akan bergantung pada manfaat nyata bagi pengalaman pengguna di setiap produk.

>>> Billy Tjong Comeback ke Catwalk Usai 6 Tahun Vakum, Persembahkan Koleksi Fuchsia

Laporan sebelumnya menyebut Samsung tengah menjajaki peningkatan kapasitas baterai Galaxy S27 Ultra. Jika berhasil, ponsel ini bisa melampaui batas 5.000 mAh dan mencapai sekitar 5.500 mAh.

Namun, penggemar Galaxy sebaiknya tidak berekspektasi terlalu tinggi.

Samsung memiliki pertimbangan regulasi di Eropa dan Amerika Serikat yang membatasi baterai lithium-ion sel tunggal di atas 20 Wh (sekitar 5.200-5.300 mAh).

>>> Liburan di London, Jennie BLACKPINK Tampil Natural Tanpa Riasan

Baterai di atas ambang itu memicu biaya sertifikasi dan pengiriman lebih tinggi. Alternatifnya, desain dual-cell bisa menghindari aturan tersebut, tetapi lebih mahal dan memakan lebih banyak ruang.

Google, Apple, dan Samsung selama ini konsisten mematuhi batas ~20 Wh untuk ponsel yang dijual di Eropa dan AS.

Berbeda dengan beberapa merek China yang memilih menanggung biaya lebih atau menggunakan dual-cell.

>>> Leeteuk Super Junior Kembali Dikaitkan dengan Jang So Hee, Kehadirannya di Konser Jadi Sorotan

Belum diketahui apakah Samsung akan mematahkan tradisi tersebut dengan baterai Si-C di Galaxy S27 Ultra. Yang jelas, perusahaan sudah menunjukkan keseriusannya melalui penerapan di lini foldable.