Kwak Dong Yeon menjalani proses riasan hingga empat jam untuk berubah menjadi roh jahat di drama Korea Netflix The East Palace.

Aktor kelahiran 1997 itu memerankan Putra Mahkota yang tewas tragis dan bergentayangan sebagai roh jahat di istana.

>>> India Kunci Pasokan Uranium Australia untuk Target 100 GW Nuklir pada 2047

Tim produksi menempelkan tambalan karet dari leher hingga wajahnya, bukan sekadar wig.

Kwak Dong Yeon mengaku ekspresi wajahnya tidak muncul karena prostetik, dan lensa kontak membuat penglihatannya kabur.

"Saya merasa tangan dan kaki terikat saat berakting," ungkapnya dalam wawancara dengan OSEN pada Jumat (24/7/2026).

Ia pun mengandalkan gerakan tubuh untuk adegan aksi ekstrem.

Efek prostetik dan karet yang ditempel membuat kulitnya mengelupas.

>>> Krisis Chip Memori Hantam Industri: OnePlus Hengkang dari AS-Eropa, Realme Tinggalkan China

Namun, kondisinya sudah membaik setelah drama tayang perdana pada 17 Juli 2026.

Awalnya riasan memakan waktu empat jam, tetapi tim makeup mengurangi menjadi dua jam seiring waktu.

Syuting dilakukan saat musim panas, sehingga perekat sering mengelupas dan perlu touch up terus-menerus.

"Menghapusnya dengan minyak merusak kulit, tetapi pengobatan modern membantu," jelas Kwak Dong Yeon.

Selain tantangan fisik, ia juga merasa tersiksa karena harus merahasiakan karakternya dari penggemar.

>>> Telkomsel Kantongi 100 MHz Spektrum Baru, Sinyal 5G Makin Kencang

Meski sebagai pemeran pendukung, karakternya menentukan keseluruhan cerita misteri di istana.

"Yang paling menyakitkan adalah ketika penggemar bertanya peranku, tapi aku tidak bisa memberi tahu," ujarnya.

Kini setelah drama dirilis, ia merasa lega.

The East Palace mengikuti kisah Gu Cheon (Nam Joo Hyuk) yang bisa bertransportasi ke dunia roh dan Saeng Gang (Roh Yoon Seo) yang bisa mendengar roh.

Mereka menerima misi dari Raja (Cho Seung Woo) untuk menyelidiki kutukan di istana.

>>> Geely Okavango Terdaftar di PDKI, Siap Jadi SUV 7-Seater Baru di Indonesia

Delapan episode drama ini dapat ditonton secara eksklusif dengan subtitle Bahasa Indonesia di Netflix.