RI Lobi AS agar Sawit Dikecualikan dari Tarif Impor Trump 10 Persen
Pemerintah Indonesia terus melobi Amerika Serikat untuk mendapatkan pengecualian tarif impor bagi sejumlah komoditas ekspor, terutama minyak sawit.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan hal ini di Jakarta pada Senin (27/7).
>>> Pentagon Akui 624 Tentara AS Luka dalam Perang Iran, Muncul Kategori Baru
"Sawit itu kita sedang minta supaya dikecualikan," kata Airlangga.
Kebijakan tarif baru Presiden AS Donald Trump mulai berlaku pada 24 Juli 2026.
Indonesia dikenakan tarif 10 persen, lebih rendah dibandingkan China dan negara lain yang dikenai 12,5 persen.
Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia masuk dalam kelompok negara yang dinilai lebih patuh terhadap isu kerja paksa. Namun, proses negosiasi masih berlangsung di Washington.
>>> Mitchell Baker Klaim Posturnya Lebih Tinggi dari Elkan Baggott, Siap Ambil Alih Julukan 'Big Elk
Ia belum dapat memastikan besaran tarif yang diharapkan. "Tarif kita ini kan sedang investigasi untuk Section 301.
Jadi tergantung dari keputusan dari sana," ujarnya.
Selain sawit, pemerintah juga mengusulkan banyak komoditas berbasis sumber daya alam untuk mendapat perlakuan khusus.
>>> Kronologi Alphard Terobos Lampu Merah di HI: Pemilik Lama Sudah Jual Mobil
Airlangga menambahkan bahwa Indonesia semula masuk dalam enam negara yang dinilai belum sepenuhnya patuh. Namun, jumlah itu bertambah menjadi 17 negara.
Negara-negara yang kurang patuh dikenakan tarif 12,5 persen. Indonesia termasuk yang dikenai tarif 10 persen.
Pemerintah juga masih menghadapi penyelidikan terkait dugaan kelebihan kapasitas produksi (excess capacity) oleh otoritas AS.
Airlangga mengatakan Indonesia telah menyampaikan jawaban atas isu tersebut kepada pemerintah AS.
>>> Prabowo Resmi Bentuk Tujuh Kejaksaan Negeri Baru di Berbagai Daerah
Kebijakan tarif Trump menggunakan dasar hukum Section 301 Trade Act 1974 dan diproyeksikan berlaku jangka panjang.
Update Terbaru
Telkomsel Kantongi 100 MHz Spektrum Baru, Sinyal 5G Makin Kencang
Selasa / 28-07-2026, 18:49 WIB
Geely Okavango Terdaftar di PDKI, Siap Jadi SUV 7-Seater Baru di Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 18:49 WIB
Jaecoo J5 Buktikan Keunggulan dengan Jarak Tempuh 460 km dan Hemat 88%
Selasa / 28-07-2026, 18:49 WIB
Celah HermeticReader di Ekstensi Adobe Acrobat Ancam Pengguna WhatsApp Web
Selasa / 28-07-2026, 18:49 WIB
Mazda Resmi Operasikan Pabrik Perdana di Citeureup Setelah 66 Tahun di Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 18:42 WIB
Monster Hunter Outlanders Hadir di Mobile, Intip Fitur Eksklusif dan Multiplayer 4 Pemain
Selasa / 28-07-2026, 18:42 WIB
GIIAS 2026 Siap Digelar, Ini Titik Parkir dan Rute Shuttle Bus Gratis
Selasa / 28-07-2026, 18:42 WIB
Insentif EV Baru Dikaitkan dengan Mobil dan Motor Nasional, Ini Skemanya
Selasa / 28-07-2026, 18:42 WIB
Raquel Rodriguez Juara Interkontinental Wanita WWE Usai Kalahkan Sol Ruca
Selasa / 28-07-2026, 18:36 WIB
Mitchell Baker, Striker Muda 196 cm, Cetak Hattrick Debut untuk Timnas Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 18:28 WIB
IOS 26.6 Resmi Dirilis, Apple Tambal 75 Celah Keamanan untuk iPhone
Selasa / 28-07-2026, 18:28 WIB
UNM Jalin Kerja Sama dengan BSI untuk Program Magang 3+1
Selasa / 28-07-2026, 18:21 WIB
Maybank dan PJI Edukasi 2.000 Siswa di Gianyar Lewat Program MELAIB
Selasa / 28-07-2026, 18:21 WIB
Rekor! J&T Express Kirim 9,18 Miliar Paket dalam Satu Kuartal
Selasa / 28-07-2026, 18:21 WIB







