Insentif EV Baru Dikaitkan dengan Mobil dan Motor Nasional, Ini Skemanya
Pemerintah memastikan akan melanjutkan pemberian insentif kendaraan listrik (EV). Namun, skema insentif kali ini berbeda dari sebelumnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa insentif akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional.
>>> Raquel Rodriguez Juara Interkontinental Wanita WWE Usai Kalahkan Sol Ruca
"Itu nanti kita lihat dikaitkan dengan mobil nasional atau motor nasional," ujar Airlangga seperti dikutip dari Antara.
Pernyataan itu muncul saat pemerintah tengah gencar mendorong proyek mobil dan motor listrik nasional.
Bahkan, motor nasional disebut akan mengadopsi teknologi listrik dan rencananya diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
>>> Mitchell Baker, Striker Muda 196 cm, Cetak Hattrick Debut untuk Timnas Indonesia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga memberikan gambaran mengenai alokasi insentif ke depan. Menurutnya, penyaluran insentif kemungkinan tidak merata ke konsumen langsung.
"Motor listrik masih ada insentif nanti, tapi dialihkan ke beberapa perusahaan tertentu," jelas Purbaya.
Dengan demikian, insentif akan lebih menyasar perusahaan-perusahaan yang mengembangkan mobil dan motor listrik nasional, bukan diberikan langsung kepada pembeli.
>>> IOS 26.6 Resmi Dirilis, Apple Tambal 75 Celah Keamanan untuk iPhone
Saat ini, Kementerian Keuangan masih menanti masukan dari Kementerian Perindustrian dan Danantara. Kedua lembaga itu akan membantu menentukan perusahaan mana saja yang berhak menerima subsidi.
Kebijakan ini menandai perubahan arah insentif EV di Indonesia. Sebelumnya, insentif lebih banyak diberikan kepada konsumen untuk mendorong adopsi kendaraan listrik secara luas.
Dengan skema baru, pemerintah ingin memastikan bahwa insentif benar-benar mendukung pengembangan industri dalam negeri. Fokus pada mobil dan motor nasional diharapkan dapat memperkuat ekosistem kendaraan listrik lokal.
>>> UNM Jalin Kerja Sama dengan BSI untuk Program Magang 3+1
Belum ada kepastian kapan skema insentif baru ini akan mulai berlaku. Pemerintah masih menunggu kajian lebih lanjut dari kementerian terkait.
Update Terbaru
Portronics Tornado Plus 160W: Pembersih Nirkabel Bertenaga Tinggi Diluncurkan
Selasa / 28-07-2026, 19:49 WIB
BoAt Luncurkan Jam Tangan Anak Sailor Nav dan Headphone Sailor Play di India
Selasa / 28-07-2026, 19:49 WIB
REDMI Note 17 5G Resmi Meluncur di India pada 6 Agustus
Selasa / 28-07-2026, 19:49 WIB
BenQ RD270Q Monitor Programming 27 Inci 2K 144Hz Resmi Hadir di India
Selasa / 28-07-2026, 19:49 WIB
Kesepakatan Tiga Perusahaan Buka Jalan Penetapan Hutan Adat Punan Batu
Selasa / 28-07-2026, 19:42 WIB
Come See Mie Fest 2026: Festival Kuliner dengan Nuansa Dunia Fantasi di Bandung
Selasa / 28-07-2026, 19:42 WIB
Hobi Bikin Konten Bawa Almeyda Nayara Raih Beasiswa Kuliah
Selasa / 28-07-2026, 19:42 WIB
Rabbit & Wheels, Merek Apparel Asal Bandung, Kini Hadir di Malaysia dan Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 19:42 WIB
Mazda Resmi Rakit CX-30 di Pabrik Bogor, Langkah Besar di Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 19:35 WIB
5 MPV Termurah di Indonesia Siap Bersaing di GIIAS 2026, Mulai Rp229 Juta
Selasa / 28-07-2026, 19:35 WIB
Mazda Didorong Jadikan Pabrik Bogor Pusat Ekspor ke Australia dan ASEAN
Selasa / 28-07-2026, 19:35 WIB
Harga BBM Hari Ini 28 Juli 2026: Cek Tarif Pertamax hingga Solar di Seluruh SPBU
Selasa / 28-07-2026, 19:35 WIB
Cair Rp3 Juta, Begini Syarat dan Jadwal Pencairan PKH Balita 2026
Selasa / 28-07-2026, 19:28 WIB
Toyota Indonesia Catat Ekspor 3,2 Juta Unit ke 100 Negara, Avanza dan Veloz Paling Laris
Selasa / 28-07-2026, 19:28 WIB







