Dua anak buah kapal berkewarganegaraan Indonesia yang bekerja pada kapal tanker MT Belma akhirnya berhasil kembali ke Tanah Air.

Mereka merupakan korban terdampak insiden serangan misil di perairan Selat Hormuz, kawasan Timur Tengah.

>>> Profil Keigo Higashino Penulis Novel Ternama Jepang yang Meninggal Dunia: Umur, Agama dan Akun IG

Pemulangan kedua awak kapal tersebut mendapatkan pengawalan langsung dari pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Kedua awak kapal tersebut mendarat di Indonesia melalui Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (22/7) pukul 18.30 WIB.

Proses penjemputan di bandara dilakukan oleh perwakilan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Direktur PT Utama Bahari Indonesia Nur Suwanto selaku pihak perusahaan pemegang Surat Izin Usaha Keagenan Awak Kapal.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan Samsuddin menyatakan bahwa negara hadir untuk memberikan pelindungan.

Pemerintah berkomitmen memastikan pemenuhan hak pelaut Indonesia yang menghadapi situasi darurat saat bekerja di luar negeri.

>>> Honda NX500 Tiba di Indonesia Tawarkan Konsep Crossover dan Fitur RoadSync

Komitmen itu ditujukan bagi pelaut yang menghadapi kondisi darurat akibat konflik atau gangguan keamanan di wilayah pelayaran internasional.

Berdasarkan catatan, kapal MT Belma berlayar melewati Selat Hormuz menuju Kharg Island Anchorage pada tanggal 15 Juli 2026.

Dalam perjalanan tersebut, kapal mengalami dua kali serangan misil yang mengenai bagian funnel.

Serangan itu menyebabkan sejumlah kerusakan fatal pada kapal hingga membuat mesin tidak dapat beroperasi.

Kondisi tersebut membuat kapal sempat terombang-ambing dan hampir mendekati daratan sebelum nakhoda memutuskan berlabuh.

Ketika kapal sedang berlabuh pada 17 Juli, insiden serangan misil kembali terjadi dan menghantam bagian funnel kapal.