Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperketat pengawasan di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS).

Dalam 24 jam terakhir, pasukan Iran mengklaim telah menghentikan empat kapal yang mencoba melintasi jalur strategis tersebut.

>>> Kejagung Ungkap Alasan Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan

IRGC menyebut kapal-kapal itu dihentikan karena diduga menggunakan rute ilegal dan tidak aman di wilayah selatan Selat Hormuz.

Angkatan Laut IRGC bahkan disebut telah melepaskan tembakan peringatan sebelum kapal-kapal tersebut mengubah haluan.

"Empat kapal yang bermaksud melintasi wilayah selatan Selat Hormuz melalui rute ilegal dan tidak aman dihentikan selama 24 jam terakhir setelah tembakan peringatan dilepaskan oleh Angkatan Laut IRGC," demikian pernyataan Garda Revolusi Iran yang dikutip televisi pemerintah Iran, dilansir AFP, Sabtu (25/7/2026).

Langkah tersebut menjadi bagian dari meningkatnya tekanan Iran terhadap aktivitas pelayaran di kawasan tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, Iran juga disebut telah menargetkan kapal-kapal tanker yang melintas di dekat pantai Oman.

Iran berupaya mendorong kapal-kapal tersebut menggunakan perairan yang berada di bawah kendalinya sekaligus mengikuti prosedur keamanan yang ditetapkan oleh Teheran.

Kondisi itu membuat aktivitas pelayaran di salah satu jalur perdagangan energi paling penting dunia menjadi sorotan.

Ketegangan Berlanjut

Ketegangan di Selat Hormuz terjadi ketika konflik antara Iran dan Amerika Serikat belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Kedua negara masih terlibat dalam rangkaian serangan yang telah berlangsung selama 13 malam berturut-turut.

Situasi tersebut membuat kekhawatiran terhadap potensi eskalasi konflik semakin meningkat.

Kedutaan Besar AS di kawasan Timur Tengah bahkan mulai memperingatkan warga negaranya bahwa opsi untuk meninggalkan wilayah tersebut dapat semakin terbatas.