Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan berkunjung ke AS pada pekan depan.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat berpidato dalam acara White House Correspondents' Association Dinner, Jumat (24/7) waktu setempat.

>>> Jangan Abaikan Jantung Berdebar saat Olahraga, Bisa Jadi Tanda Aritmia

Dalam pidatonya, Trump kembali melontarkan sindiran kepada Senator Partai Demokrat Chuck Schumer dengan menyebutnya sebagai orang Palestina.

"Saya akan mengirimkan dia (Schumer) pakaian Palestina yang indah besok, supaya dia bisa menyambut Netanyahu saat dia datang ke sini pekan depan," kata Trump, dikutip Reuters, Sabtu (25/7).

Trump juga menyebut Schumer, yang merupakan keturunan Yahudi, telah berubah menjadi orang Palestina dan berkelakar bahwa hukum syariah menjadi landasan baru bagi politikus tersebut.

Pernyataan Trump itu menuai sorotan.

Sejumlah kelompok advokasi Muslim dan Yahudi di AS sebelumnya telah mengkritik Trump karena menggunakan istilah Palestina sebagai ejekan terhadap Schumer.

>>> Persib vs Arema: Maung Bandung Tanpa Mariano Peralta

Menurut mereka, penggunaan istilah tersebut bersifat merendahkan dan menghina warga Palestina.

Sementara itu, kantor Perdana Menteri Israel mengonfirmasi Netanyahu akan bertolak ke Washington pada Senin (27/7) dan dijadwalkan bertemu Trump pada Selasa (28/7).

Selain itu, ia juga akan menghadiri pemakaman Senator AS Lindsey Graham.

Pertemuan Trump dan Netanyahu berlangsung ketika perang yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran memasuki bulan kelima.

>>> Netanyahu Perintahkan Operasi Besar-besaran di Tepi Barat

Sumber mengatakan kedua pemimpin itu diperkirakan akan membahas perkembangan konflik serta isu-isu keamanan kawasan Timur Tengah.